#DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik” masuk MURI kategori livestream TikTok nonstop terlama
Teknologi & Science

11 Jam Live TikTok Tanpa Putus dengan Indosat

  • Keberhasilan livestream didukung kesiapan jaringan Indosat yang dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik
Teknologi & Science
Canyon Gabriel

Canyon Gabriel

Author

sumatrakini.com - Perjalanan mudik identik dengan kekhawatiran sinyal tiba-tiba hilang di tengah perjalanan. Namun pengalaman berbeda dibuktikan Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan lewat #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”. 

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, keduanya mencetak Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama dengan siaran langsung selama 11 jam tanpa putus.

Sepanjang perjalanan, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung yang tetap stabil di berbagai titik dengan mobilitas tinggi. Mulai dari obrolan santai di mobil, cerita perjalanan, sampai refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu seperti Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Gian Pratama dan Ustaz Alfie. Percakapan menghadirkan perspektif ringan tentang bagaimana setiap orang memiliki versi masing-masing dalam perjalanan menuju lebih baik.

Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan perjalanan ini menjadi bukti bahwa teknologi dan konektivitas menjadi bagian penting dari pengalaman mudik. 

“Seru sekali bisa membawa followers ikut mudik bareng virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja, semuanya lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” katanya, Rabu (1⅓/2026).

Keberhasilan livestream didukung kesiapan jaringan Indosat yang dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik. Melalui Ekspedisi Jaringan Andal, program ini menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik terpadat, saat mobilitas masyarakat meningkat dan pelanggan membutuhkan koneksi yang stabil untuk navigasi, komunikasi dengan keluarga, transaksi digital, hingga hiburan selama perjalanan.

Untuk memastikan pengalaman tersebut, Indosat telah melakukan optimalisasi jaringan di 75 jalur mudik utama dan 790 Point of Interest (POI), mulai gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata. Seluruh jaringan dipantau 24/7 guna menjaga kualitas layanan tetap stabil sepanjang periode mudik.

Dalam pengukuran internal selama ekspedisi, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream tercatat mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah sekalipun, koneksi tetap memadai untuk menjaga siaran langsung berjalan stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Vikram Sinha mengatakan, perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Jutaan orang bergerak di waktu yang sama. Pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, berbagi momen, melakukan navigasi,  serta berbagi momen perjalanan tanpa gangguan. Karena itu, pihaknya memastikan jaringan tetap andal di sepanjang jalur mudik. 

"Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka,” ujar Vikram.

Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari empat wujud nyata komitmen #LebihBaikIndosat, menghadirkan jaringan yang semakin andal, teknologi yang makin relevan, perlindungan digital yang makin kuat, serta kepedulian sosial yang makin terasa bagi masyarakat. Melalui Ekspedisi Jaringan Andal, komitmen ini hadir dalam bentuk yang paling sederhana namun paling dirasakan pelanggan: koneksi yang tetap stabil di sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.

Rekor MURI sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik bukan hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, menyapa keluarga dan menikmati perjalanan di setiap kilometer perjalanan.