Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito.
Home

63 Pasien Meninggal dalam 24 Jam, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Buka Suara

  • JOGJA, Jogjaaja.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta mengklarifikasi informasi mengenai meninggalnya 63 pasien akibat kehabisan
Home
Tyo S

Tyo S

Author

JOGJA, Jogjaaja.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta angkat bicara terkait informasi mengenai meninggalnya 63 pasien akibat kehabisan oksigen.

Direktur RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dr. Rukmono Siswishanto melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Minggu (4/6/2021) menjelaskan saat oksigen liquid central habis, pasien-pasien yang memerlukan bantuan oksigen di RSUP Dr. Sardjito tetap tersuplai oksigen.

“Sehingga tidak benar jika (ada pasien) meninggal tanpa bantuan oksigen tetapi proses meninggalnya karena kondisi klinis yang memburuk,” jelasnya seperti dikutip dari Antara.

Rukmono mengakui secara akumulasi tercatat sebanyak 63 pasien meninggal mulai Sabtu (3/7/2021) pagi sampai Minggu (4/7/2021). Sementara pasien yang meninggal pasca oksigen central habis pada pukul 22.00 WIB adalah sebanyak 33 pasien.

“Pasien sejumlah itu bukan semata-mata pasien COVID yang harus dengan bantuan oksigen, tetapi juga terdapat pasien lainnya,” imbuhnya.

Rukmono mengatakan persediaan oksigen sentral di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mulai mengalami penurunan sejak Sabtu (3/7/2021) mulai pukul 16.00 WIB sampai kehabisan persediaan oksigen yang diperkirakan pada pukul 18.00 WIB. Namun kenyataannya, oksigen sentral habis sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam kondisi seperti itu, setelah oksigen liquid central habis, perawatan pasien-pasien beralihTerka menggunakan oksigen-oksigen tabung atau oksigen cadangan, termasuk pinjaman dari RS Akademik UGM dan RSGM/FKG UGM serta Polda DIY.

Terkait kelangkaan oksigen ini, Rukmono menambahkan, jauh hari pihaknya telah melakukan antisipasi. Salah satunya berkoordinasi dengan pemasok oksigen diantaranya PT. Samator dan PT. Surya Gas untuk mendapatkan pasokan oksigen secara rutin serta memenuhi kebutuhan dan tambahan jika terjadi eskalasi pasien.

“Bahwa pada hari Sabtu (3/7/2021) pagi, di mana oksigen mulai menipis, maka telah dilakukan berbagai koordinasi dan persiapan, termasuk pertemuan lanjutan untuk memastikan kecukupan persediaan oksigen dengan penyedia,” tuturnya. (*)