
Austin Tumengkol Mantapkan Langkah Menuju Ketua PWI Sumut
- Konferensi PWI Sumut pada akhir November 2026 menjadi momentum anggota menentukan figur yang dinilai mampu membawa organisasi menghadapi tantangan pers yang semakin dinamis
Medan Insight
sumatrakini.com — Pemimpin Redaksi Harian Waspada-Waspada Online, Austin Tumengkol, memantapkan langkah untuk mencalonkan diri sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara dalam konferensi yang direncanakan berlangsung akhir November 2026.
Langkah itu diawali dengan kunjungannya ke kantor PWI pusat di gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia bersilaturahmi sekaligus menyampaikan niat pencalonannya kepada jajaran pengurus PWI.
Austin diterima Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal Marthen S. Susanto, Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S. Depari dan Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.
Menurut ia, pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses membangun komunikasi sebelum dirinya menyatakan pencalonan secara resmi.
- Kadispora Buka Turnamen Badminton Kedua PB Mitra Sporty Medan
- 7 Kuliner Korea yang Wajib Dicoba, Sering Muncul di Drama Korea
- Jangan Asal Pilih Saham, Kenali Market Cap Sebelum Membeli
"Saya datang untuk meminta doa restu dan berdiskusi mengenai dinamika pers, khususnya di Sumatera Utara," kata Austin, Rabu (2/9/2026), di Jakarta.
Keinginannya maju bukan semata-mata mengejar posisi ketua. Ia melihat organisasi membutuhkan penguatan sekaligus kepemimpinan yang mampu merespons perubahan industri media dan dinamika profesi wartawan.
Sebagai pimpinan redaksi, Austin bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan media, mulai dari produksi berita, perkembangan teknologi, etika jurnalistik hingga keberlangsungan perusahaan pers dan kesejahteraan wartawan.
Pengalaman tersebut juga ia bawa dalam aktivitas organisasi. Saat ini, Austin dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Media Siber dan Multimedia PWI Sumut.
Ia menilai perkembangan teknologi menuntut media dan wartawan terus beradaptasi. Namun, perubahan harus berjalan seiring dengan profesionalisme serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Karena itu, proses menuju konferensi ingin dijalani melalui komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak, bukan hanya sebagai kontestasi perebutan kursi kepemimpinan.
"Insya Allah, pencalonan akan saya umumkan dalam waktu dekat," kata Austin.
Akhmad Munir menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap konferensi berlangsung demokratis, adil, dan lancar. Ia menekankan agar seluruh tahapan pemilihan dijauhkan dari praktik politik uang. Menurutnya, anggota harus menentukan pilihan berdasarkan kemampuan, integritas, kredibilitas dan kepedulian terhadap organisasi.
"Jangan ada politik uang. Pilih calon terbaik sesuai hati nurani," katanya.
Selain persoalan integritas dalam pemilihan, Atal S. Depari mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi keanggotaan. Status anggota, termasuk proses reaktivasi dan perpanjangan Kartu Tanda Anggota (KTA), perlu dipastikan agar hak suara tidak menimbulkan persoalan.
Zulkifli Gani Ottoh juga meminta panitia konferensi menyiapkan seluruh tahapan secara cermat. Daftar Pemilih Tetap (DPT), khususnya nama-nama yang memiliki hak suara, harus diverifikasi dan disesuaikan dengan ketentuan AD/ART.
Bagi Austin, pertemuan dengan jajaran PWI pusat menjadi bekal penting sebelum deklarasi pencalonan. Ia memilih membuka ruang dialog dan menerima masukan terkait kondisi organisasi serta arah konferensi mendatang.
Konferensi PWI Sumut pada akhir November 2026 menjadi momentum anggota menentukan figur yang dinilai mampu membawa organisasi menghadapi tantangan pers yang semakin dinamis.
Pengalaman panjang di ruang redaksi dan keterlibatan dalam organisasi kewartawanan, Austin mulai mengubah langkahnya dari sekadar wacana menjadi proses menuju panggung kepemimpinan PWI Sumut.
