
Banjir, 1.600-an Warga Jakarta Mengungsi
- Masyarakat diimbau memperhatikan langkah-langkah keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air. Segera matikan aliran listrik...
Nasional & Internasional
sumatrakini.com - Lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi karena banjir yang merendam pemukiman akibat hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/½026).
Lokasi pengungsi tersebar di beberapa titik. Di wilayah Jakarta Timur tersebar di tiga kelurahan, dua titik di Kelurahan Cawang yakni di Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa.
Kelurahan Bidara Cina, titik pengungsi di aula kelurahan sebanyak 107 jiwa, 40 jiwa di Masjid Al Abror RW 11 dan 15 jiwa di Gedung SKKT RW 11. Di Kelurahan Kampung Melayu terdapat dua titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa.
Wilayah Jakarta Barat, titik pengungsian tersebar di empat kelurahan. Kelurahan Rawa Buaya di Masjid Baitul Rahman 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 25 jiwa, SDN 02 Rawa buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa buaya 38 jiwa dan SDN 07 Rawa buaya 230 jiwa.
- PGN Dorong Pengembangan Jargas dengan Kolaborasi Strategis
- Cuan Besar, Risiko Besar: Ini 5 Tantangan Influencer
- Penyebab Utama dan Efek Boikot Piala Dunia 2026
Kelurahan Kembangan Selatan di kantor JNE Kembangan Selatan 82 jiwa. Kelurahan Kembangan Utara di Gang Nurul Muslimin RT 07/01 114 jiwa, Sekretriat Jalan Haji Bule RT.008/01 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 16 jiwa dan Mushola Al - Hidayah RT 06/01 79 jiwa. Satu titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.
Titik pengungsian terakhir di wilayah Jakarta Utara terdapat di Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 97 jiwa.
Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di 6 kecamatan. Ada 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak.

Kondisi terkini pada Minggu (25/½026) pukul 09.00 WIB, beberapa titik banjir telah surut antara lain dua RT di Keluarahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan dan dua RT di Kembangan Utara. Sementara 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter. Terpantau paling tinggi di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA 80 sentimeter dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.
Personel yang dikerahkan memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik makanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lain selama di lokasi pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di Tanah Air. Sampai 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah dan Papua.
Masyarakat diimbau memperhatikan langkah-langkah keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air. Segera matikan aliran listrik, pantau pembaruan informasi dari sumber resmi, ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan.
