
BNPB Catat Empat Karhutla dan Banjir di Sejumlah Daerah
- Masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan banjir. Segera melaporkan setiap kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran atau aparat terdekat
Nasional & Internasional
sumatrakini.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah pada Senin (24/8) hingga Selasa (25/8/2026) pukul 07.00 WIB. Laporan mencakup empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta satu banjir.
Karhutla pertama terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Peristiwa yang dilaporkan sejak Minggu (23/8) tersebut membakar sekitar 6 hektare lahan.
BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan penanganan. Hingga Senin (24/8), api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman.
- Kenapa Sumatera-Kalimantan Jadi Wilayah Rawan Karhutla? Ini Faktornya
- IKEA Indonesia Hadirkan GREJSIMOJS
- SeaBank Jadi Salah Satu Pemain Besar, Ini Peta Bisnis Bank Digital RI
Kebakaran berikutnya terjadi di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Senin (24/8). Sekitar 2 hektare lahan terdampak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat melakukan asesmen dan bersama Damkar, Polsek Ampana Tete, Koramil, pemerintah kecamatan serta pemerintah desa melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan pada hari yang sama.
Masih pada Senin (24/8), kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.
Luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 5,1 hektare. TRC-PB BPBD Belitung Timur mengerahkan empat personel lengkap dengan peralatan pemadaman dan kendaraan operasional.
Petugas bersama tim gabungan melakukan pemadaman, pendinginan serta pemantauan wilayah sekitar. Api kemudian berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan kondusif.

Karhutla juga terjadi di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kebakaran melanda Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, serta Desa Lainungeng.
Total area yang terdampak mencapai 14 hektare, terdiri dari 3 hektare di Kelurahan Batu Lappa dan 11 hektare di Desa Lainungeng.
BPBD Sidrap melakukan peninjauan dan asesmen, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Pemadaman dilakukan bersama tim Damkar. Hingga Senin, api di Batu Lappa telah berhasil dipadamkan, sedangkan sejumlah titik api di Desa Lainungeng masih dalam penanganan.
Selain karhutla, BNPB melaporkan banjir di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin (24/8) sekitar pukul 09.00 WITA.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman. Tiga desa terdampak, yakni Kasimbar Palapi, Kasimbar Induk dan Kasimbar Selatan.
Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak. Banjir juga menyebabkan dampak pada satu fasilitas peribadatan, dua fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum dan sekitar 4 hektare area perkebunan.
BPBD Parigi Moutong bersama instansi terkait melakukan asesmen dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat. Hingga laporan dihimpun, air masih belum surut dan pemantauan terus dilakukan.
Masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan banjir. Segera melaporkan setiap kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran atau aparat terdekat.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan dan sarana pendukung agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
