
Cuci Muka Pagi dan Malam, Benarkah Wajib Dilakukan? Ini Kata Ahli
- Dokter kulit menjelaskan frekuensi ideal mencuci wajah, waktu terbaik melakukannya, serta cara menyesuaikan rutinitas dengan aktivitas sehari-hari.
Medan Insight
JAKARTA – Membersihkan kulit wajah adalah salah satu bagian penting dari rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Namun, tidak sedikit orang yang masih mempertanyakan apakah mencuci muka perlu dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari, agar kulit tetap bersih dan sehat.
Mengutip Antara, seorang dokter spesialis kulit sekaligus asisten profesor dermatologi di University of Colorado Anschutz School of Medicine, Jon Kibbie, MD, menjelaskan bahwa kebanyakan orang cukup mencuci wajah satu hingga dua kali dalam sehari. Akan tetapi, frekuensi tersebut sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit, aktivitas, serta kebutuhan masing-masing individu.
Mencuci wajah pada pagi dan malam hari merupakan pilihan praktis untuk menjaga kebersihan kulit. Meski demikian, tidak ada satu aturan waktu yang mutlak harus diikuti semua orang.
Menurut Kibbie, mencuci wajah saat mandi pagi atau setelah mandi tidak menunjukkan perbedaan berarti. Karena itu, seseorang dapat menyesuaikan waktu membersihkan wajah dengan kebiasaan hariannya tanpa harus terpaku pada urutan tertentu.
Baca juga : Jejak Bisnis Elaine Low, Taipan Singapura Pewaris Saham BYAN
Hal yang lebih penting adalah memastikan wajah dibersihkan sesuai kebutuhan, terutama setelah melakukan aktivitas yang membuat kulit berkeringat atau menghasilkan minyak berlebih.
Bagi orang yang berolahraga atau banyak berkeringat pada siang hari, rutinitas mencuci wajah dapat disesuaikan untuk membantu menghilangkan keringat dan minyak yang menumpuk. Dengan begitu, frekuensi mencuci wajah tidak hanya ditentukan oleh jadwal pagi dan malam, tetapi juga kondisi kulit sepanjang hari.
Kapan Waktu Terbaik Mencuci Wajah?
Jika hanya memiliki waktu untuk mencuci wajah sekali sehari, Kibbie menyarankan agar rutinitas tersebut diprioritaskan pada malam hari, terutama bagi orang yang kesulitan melakukannya setiap pagi.
Mencuci wajah pada malam hari juga relevan bagi pengguna produk perawatan kulit sebelum tidur. Kibbie menyarankan agar wajah dibersihkan lebih dekat dengan waktu tidur sehingga rangkaian perawatan malam, termasuk penggunaan retinoid, dapat dilakukan setelahnya.
Baca juga : Laba BUMN Naik Rp33,4 Triliun, Akselerasi Investasi Danantara
Kebiasaan tersebut membantu seseorang menyesuaikan pembersihan wajah dengan rangkaian perawatan kulit yang dijalani. Namun, waktu yang tepat tetap bergantung pada aktivitas dan kebutuhan masing-masing individu.
Pada akhirnya, mencuci wajah dua kali sehari bukanlah aturan mutlak yang harus diterapkan oleh semua orang. Frekuensi satu hingga dua kali sehari dapat menjadi acuan umum, dengan penyesuaian berdasarkan aktivitas, produksi minyak, keringat, dan rutinitas perawatan kulit.
Konsistensi menjaga kebersihan wajah serta menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan kulit menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar mengikuti jadwal yang sama dengan orang lain.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 01 Nov 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 05 Nov 2026
