
FFML Season 3 Digelar
Produser Game Garena Free Fire Indonesia Christian Wihananto mengatakan, Free Fire telah menjadi game berprestasi, memperoleh penghargaan internasional sebagai Esports Mobile Game of the Year 2020
Teknologi & Science
JAKARTA - Konsisten menggelar turnamen dan inisiatif esports di Indonesia sejak 2015, Garena, perusahaan platform internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia akan menggelar Free Fire Master League (FFML) Season 3. Terdiri dari dua divisi utama, ajang ini bertujuan menyiapkan generasi atlet esports dan talenta baru yang dapat mengharumkan nama bangsa.
Direktur Garena Indonesia Hans Saleh mengatakan, dalam dua tahun terakhir, atlet esports nasional telah membuat Indonesia bangga dengan memenangkan berbagai turnamen olahraga bergengsi seperti juara dunia di Free Fire World Cup (FFWC), Free Fire Asia Invitational (FFAI) dan meraih posisi tiga besar di Free Fire Continental Series (FFCS). Puluhan juta penonton dan pemain menyaksikan berbagai kompetisi bergengsi ini, harapannya dapat menginspirasi talenta baru di dunia esports untuk mengasah skill dan bakatnya lebih baik lagi. Untuk melahirkan bibit unggul atlet esports kebanggaan Indonesia #ReadyTheMasters, Garena kembali adakan FFML Season 3 di 2021.
"Lewat skema dua divisi nasional, dukungan pendanaan bagi tim maupun sistem turnamen berjenjang dan berkelanjutan yang kami susun, Garena komitmen terus mendukung ekosistem esports sebagai olahraga prestasi di Indonesia, sekaligus menjadi kebanggaan merah putih di ajang global,” kata Hans dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).
Target lebih banyak atlet muda esports yang dikembangkan #ReadyTheMaster, turnamen FFML dirancang tak hanya ditujukan pada pro-player, tetapi juga menjadi wadah persiapan kompetisi esports bagi para talenta baru. Khusus Divisi 1, Garena akan memberikan dukungan konkret senilai Rp 8,6 miliar untuk 18 tim pemain yang bertanding di FFML Season 3 sebagai insentif pembinaan. Sedangkan Divisi 2 dihadirkan untuk menjadi jenjang kompetitif di Indonesia untuk para talenta-talenta baru yang terjun ke dunia atlet profesional. Total hadiah untuk pemenang FFML Season 3 sebesar Rp 1,5 miliar.
Acara pembukaan digelar melalui virtual konferensi pers, hadir Gatot S.Dewa Broto selaku Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dalam keynote speech-nya, dia mengatakan, selain industri yang sangat potensial, lewat esports pihaknya mengharapkan muncul bibit-bibit atlet unggul yang dapat mengharumkan nama bangsa. Apalagi Garena menyediakan wadah bagi atlet-atlet esports Indonesia dapat bertanding di kompetisi tingkat dunia, mulai FFWC 2019 hingga FFCS 2020. Ini menunjukkan kebolehan esports sebagai olahraga prestasi secara nasional dan global.
"Kami mengapresiasi peran dunia usaha dalam bidang olahraga, salah satunya Garena yang konsisten membangun ekosistem esports di Indonesia lewat berbagai turnamen dan inisiatif, termasuk FFML Season 3. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenpora 2020-2024 untuk membina usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang terencana dan berkesinambungan,” kata Gatot.

Sejalan dengan misi pemerintah, Garena juga berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di industri esports tanah air dalam pembinaan atlet. Beberapa di antaranya Youth National Esports Championship 2019 dengan Piala Menpora, kemudian Piala Presiden Esports 2020. Baru-baru ini bersama Kemenpora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PB Esports menyelenggarakan Piala KONI Esports 2020 dan Piala Pelajar 2020.
Seluruh turnamen dan inisiatif Garena Free Fire mendapat sambutan positif dari salah satu pemain profesional esports Garena Free Fire Indonesia Saeful “EVOS.SAM13” Muharrom. Dia mengaku banyak pengalaman, pelajaran dan skill didapat selama mengikuti turnamen.
"Terutama untuk pengembangan karir ke depan hingga akhirnya tim saya Evos Esports berhasil menjuarai Free Fire World Championship pada 2019. Sebagai game battle royale terfavorit, Free Fire juga mengajarkan Survivors cara mengasah strategi, taktik dan jiwa sportivitas, sama halnya dengan yang diajarkan olahraga kompetisi lainnya seperti bulutangkis dan catur. Dengan adanya FFML Season 3, aku mengajak Survivors tak hanya yang jago saja tapi asalkan bisa main Free Fire bareng untuk sama-sama punya kesempatan mewakili Indonesia,“ kata Saeful.
Produser Game Garena Free Fire Indonesia Christian Wihananto menambahkan, Free Fire telah menjadi game berprestasi, memperoleh penghargaan internasional sebagai Esports Mobile Game of the Year 2020 yang baru-baru ini diberikan oleh Esports Awards 2020. Di tingkat nasional, menerima penghargaan sebagai game esports terfavorit Indonesia oleh Indonesian Esports Awards 2020.
”Ini menegaskan posisi Garena Free Fire sebagai salah satu game mobile terbaik yang lebih siap dalam melahirkan bibit-bibit unggul atlet esports untuk Indonesia kedepannya," kata Christian.
Penyelenggaraan FFML Season 3 didukung oleh Kratingdaeng Red Bull dan Sukro. Sebagai sponsor utama, Marketing Manager Kratingdaeng Red Bull Syita Ayuningtyas mengatakan, dukungan pihaknya terhadap FFML Season 3 merupakan bentuk komitmen supaya esports bisa dikenal sebagai olahraga kompetitif yang tidak kalah dengan olahraga fisik lainnya.
"Kami berharap dari kompetisi ini bisa terlahir talenta-talenta esports yang bisa terus membanggakan Indonesia,” ucapnya.
Pertandingan FFML Season 3 dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 - 22.00 WIB mulai 16 Januari - 27 Februari untuk Divisi 1 dan setiap Rabu dan Kamis pukul 19.00 - 22.00 WIB mulai 13 Januari - 18 Februari untuk Divisi 2. Informasi selengkapnya mengenai jadwal, rekap dan hasil pertandingan dapat diakses di website resmi turnamen Garena Free Fire.
Survivors (sebutan untuk pemain Free Fire) yang ingin menonton serunya pertandingan dapat menyaksikan live streaming di akun resmi YouTube dan Facebook Live Free Fire Esports Indonesia. Jangan lewatkan aksi para atlet esports yang akan saling beradu strategi di rangkaian turnamen bergengsi persembahan Free Fire ini.
