
Fitur Anti-Spam dan Scam Indosat Deteksi 2 Miliar Ancaman
- “Kolaborasi dengan Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman...”
Teknologi & Science
sumatrakini.com - Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mendeteksi 2 miliar panggilan, pesan dan tautan berisiko spam dan scam. Berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi strategis, Tanla lewat platform Wisely AI, sistem ini konsisten melindungi 100 persen pelanggan dari potensi penipuan digital.
Peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi dan aktivitas ekonomi, perlindungan ruang digital kini menjadi kebutuhan mendasar. Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, juga rasa aman bagi pelanggan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Data internal Indosat menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing dan undian palsu dengan saluran utama SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring dan masa pencairan bantuan sosial.
- Pesta Retail 2026, SRC Tegaskan Peran UMKM
- Hankyu Hanshin Investasi di Deli Park Mall
- Dinkes Sumut: Belum Ada Pengaduan Terkait PBI Nonaktif
Lebih dari sekadar memblokir ancaman, fitur juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam pencegahan. Sejak diluncurkan, 2,5 juta orang mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman dan mencatatkan 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan.
Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha dan penyalahgunaan data pribadi. Manfaat perlindungan dirasakan signifikan, terutama segmen UMKM, lansia dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Lebih jauh lagi, membantu mencegah potensi kerugian finansial sebesar US$ 500 juta. Hasilnya, 95 persen pelanggan merasa lebih terlindungi oleh fitur ini.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengapresiasi upaya Indosat memerangi scam dan spam di Indonesia. Hal ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna bagi perlindungan konsumen.
“Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman,” katanya, Jumat (6/2/2026).

President Director and Chief Executive Officer IOH Vikram Sinha menambahkan, penguatan fitur merupakan bentuk komitmen perusahaan menjawab kebutuhan pelanggan. Pihaknya melihat ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kolaborasi dengan Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” katanya.
Sebagai mitra strategis, Tanla mengembangkan sistem deteksi yang adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan.
Founder Chairman & CEO of Tanla Platforms Uday Reddy mengatakan, kolaborasi dengan Indosat dan pemerintah Indonesia mencerminkan komitmen pihaknya menghadirkan inovasi untuk industri. Melalui Wisely AI, pihaknya membantu melindungi masyarakat dan mendorong adaptasi digital di penjuru negeri.
“Kami juga terbuka untuk masukan dan senang dengan kesempatan yang diberikan untuk membantu memberdayakan masa depan digital Indonesia,” kata Uday.
Fitur Baru: Perlindungan Semakin Cerdas dan Mudah Diakses
Modus kejahatan digital semakin beragam dan mengancam masyarakat Indonesia. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan bahwa hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir dan rata-rata setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali. Menurut data OJK, sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024 sampai 14 Januari 2026, telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dengan total nilai kerugian Rp9,1 triliun. Berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut mendorong Indosat dan Tanla terus menyempurnakan sistem perlindungan agar tetap relevan dan mudah digunakan. Bagi pelanggan IM3, layanan ini hadir melalui Satuan Anti Scam dan Spam atau SATSPAM. Pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.
Melalui pengembangan terbaru, pelanggan kini dapat menikmati:
● Auto blokir SMS penipuan
● Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP
● Pop-up notifikasi panggilan telepon sesuai tingkat risiko
● Ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi
● Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+
Seluruh fitur ini dirancang inklusif, ringan digunakan dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Dukungan teknologi AI, kolaborasi strategis bersama Tanla, serta partisipasi aktif pelanggan, Indosat menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital yang aman, tepercaya dan berdampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
