PGN bersama Gagas terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan sektor komersial dan industri, termasuk sektor perhotelan di Yogyakarta dan wilayah lain
Ekonomi & Pariwisata

Gunakan CNG, Hotel Platinum Yogyakarta Catat Efisiensi Biaya Sampai 30 Persen

  • Melalui pengembangan layanan beyond pipeline dan penguatan layanan pelanggan, PGN bersama Gagas terus berupaya memperluas pemanfaatan gas bumi
Ekonomi & Pariwisata
Canyon Gabriel

Canyon Gabriel

Author

sumatrakini.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku subholding gas Pertamina terus memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai solusi energi yang efisien dan lebih ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan sektor perhotelan. Salah satunya adalah Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta yang memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) melalui anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas).

Chief Engineering Platinum Hotel Maryudi mengungkapkan transisi ke CNG memberi manfaat dari sisi teknis maupun finansial. Saat ini, rata - rata konsumsi gas untuk kebutuhan dapur sekitar 40 sampai 60 meter kubik per hari. Layanan gas menggunakan tujuh CNG Cylinder dengan kapasitas masing-masing ±28 m³.

“Penggunaan CNG menjadi salah satu langkah investasi jangka panjang yang memberi manfaat bagi operasional hotel. Untuk kebutuhan dapur, kami mencatat efisiensi biaya penggunaan gas sekitar 20–30 persen dibanding ketika masih menggunakan LPG. Efisiensi ini membantu kami dalam menjaga biaya operasional hotel,” katanya, Jumat (25/9/2026).

Maryudi menambahkan, nyala api yang stabil mendukung proses memasak, sementara karakteristik pembakaran gas lebih bersih, mengurangi residu pada peralatan memasak dan menjaga kebersihan area dapur.

Mendukung kebutuhan sektor perhotelan yang beroperasi selama 24 jam, Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan pihaknya komitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus menerapkan standar keamanan dan keselamatan dalam pelayanan kepada pelanggan.

“Kami menyiagakan tim operasional dan melakukan pemantauan pasokan. Penggunaan gas pelanggan dipantau real-time, apabila ada potensi kendala atau laporan dari lapangan, tim dapat segera melakukan respons dan penanganan,” ucap Miranti.

Menurutnya, Gagas juga memberi kemudahan bagi pelanggan melalui pengelolaan pengisian ulang CNG yang disesuaikan dengan pola konsumsi.

“Prinsip layanan kami adalah ‘pelanggan tinggal pakai’. Operator melakukan pengisian ulang secara rutin dan terukur berdasarkan pemantauan pemakaian gas. Kami juga menjalankan pemeriksaan berkala, termasuk deteksi potensi kebocoran, untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas gas di area hotel tetap berada dalam kondisi aman dan optimal,” imbuhnya.

Gagas juga mendampingi proses konversi peralatan dapur untuk penggunaan CNG. Penyesuaian dilakukan agar peralatan dapat menggunakan gas bumi secara aman dan tetap mendukung kebutuhan operasional staf dapur.

Saat ini, sebanyak enam unit Hotel Platinum di Indonesia telah memanfaatkan gas bumi yang disalurkan Gagas. Pemanfaatan CNG menunjukkan peluang penggunaan gas bumi yang semakin luas pada sektor hospitality, khususnya untuk kebutuhan operasional yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.

Penyaluran CNG kepada Hotel Platinum menjadi bagian dari pengembangan layanan gas bumi beyond pipeline PGN. Melalui skema CNG, manfaat gas bumi dapat menjangkau pelanggan di wilayah yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa gas bumi.

Melalui pengembangan layanan beyond pipeline dan penguatan layanan pelanggan, PGN bersama Gagas terus berupaya memperluas pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan sektor komersial dan industri, termasuk sektor perhotelan di Yogyakarta dan wilayah lainnya.