Pemerintah Kota Medan melakukan sidak ke Pasar Petisah dan Pasar Seisikambing
Medan Insight

Harga Ayam Naik, Pemko Medan Siapkan Intervensi Pasar

  • Kondisi itu dirasakan langsung para pedagang. Maryuni, salah seorang pedagang, berharap harga kembali normal agar tidak semakin membebani pembeli
Medan Insight
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

MEDAN - Kenaikan harga ayam dan sejumlah bumbu dapur membuat Pemerintah Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Petisah dan Pasar Seisikambing.

Sidak dilakukan untuk melihat langsung perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan, terutama ayam yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah turun bersama Kepala Dinas UKM Koperindag Hendra Ridho Siregar, Kepala Dinas Ketapang Pertanian dan Perikanan Ahmad Untung Lubis serta Direktur Utama PUD Pasar Anggia Ramadhan.

Hasil pemantauan menunjukkan harga ayam telah berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan adalah berkurangnya pasokan ke pasar. 

Kondisi itu dirasakan langsung para pedagang. Maryuni, salah seorang pedagang, berharap harga kembali normal agar tidak semakin membebani pembeli.

Ia berharap harga ayam dapat kembali berada di kisaran Rp35 ribu. Menurutnya, kenaikan mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan yang turut meningkatkan kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya ayam, beberapa komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Cabai rawit berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram, sedangkan di kawasan Petisah sekitar Rp60 ribu. Cabai merah mencapai sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, bawang putih dijual sekitar Rp34 ribu per kilogram, tomat Rp18 ribu, dan bawang merah sekitar Rp36 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemko Medan karena kenaikan harga pangan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Apalagi bahan pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.

Citra mengatakan pihaknya akan menelusuri kondisi rantai pasok dengan mendatangi pemasok untuk mengetahui penyebab berkurangnya ketersediaan sejumlah komoditas.

“Langkah berikutnya kami akan menemui pemasok,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Pemko Medan juga menyiapkan intervensi terhadap sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan harga, khususnya cabai. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Sementara untuk ayam, koordinasi akan dilakukan dengan Rumah Potong Hewan (RPH). Pemerintah ingin memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mencari solusi terhadap kenaikan harga yang terjadi di tingkat pasar.

Langkah pengendalian juga akan diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Kedua program tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasar.

“Kami akan gelar GPM dan Pasar Murah, sekaligus memastikan komoditas tersedia,” katanya.

Citra menegaskan sidak dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan daerah menyusul banyaknya keluhan warga mengenai kenaikan harga bahan pangan.

“Kita ingin melihat langsung kondisi yang dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Pemko Medan selanjutnya akan melakukan pemantauan secara berkelanjutan, tidak hanya terhadap harga di tingkat pedagang, tetapi juga jalur distribusi dari pemasok hingga pasar.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga kelancaran pasokan dan menekan kenaikan harga, sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.