Pemantauan PIHPS pada perdagangan hari ini, harga cabai merah Rp 70.000 per Kg di Kota Medan
Medan Insight

Harga Cabai Merah Tembus Rp70 Ribu, Pasokan Sumut Menipis

  • Kenaikan cabai merah juga perlu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi Sumut pada September
Medan Insight
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

MEDAN - Harga cabai merah di Sumatera Utara melonjak tajam dalam dua hingga tiga pekan terakhir. Di Medan, komoditas tersebut kini berada pada kisaran Rp60.000–Rp65.000 per kilogram, sementara di Sibolga harganya telah mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Kenaikan cukup signifikan dibandingkan kondisi pada 25 Agustus 2026, ketika cabai merah masih diperdagangkan di kisaran Rp30.000 per kilogram. Artinya, dalam waktu sekitar dua pekan, harga komoditas meningkat lebih dari dua kali lipat.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, lonjakan harga terutama dipengaruhi berkurangnya persediaan cabai merah di Sumut. Pada saat yang sama, permintaan dari luar daerah, terutama Aceh, justru meningkat.

Pergerakan distribusi juga mengalami perubahan. Aceh yang selama ini kerap menjadi salah satu daerah pemasok cabai merah ke Sumut dan wilayah lain, belakangan harus memenuhi kebutuhannya dari Sumut.
Kondisi tersebut semakin menekan ketersediaan di Sumut karena panen cabai merah di Kabupaten Batubara, yang merupakan salah satu sentra produksi besar, telah berakhir.

"Pasokan sedang menurun, sementara permintaan dari luar daerah meningkat. Kondisi ini membuat harga mengalami tekanan cukup kuat," kata Gunawan, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, tekanan harga kemungkinan masih berlangsung hingga memasuki panen besar cabai merah di Aceh. Berdasarkan proyeksinya, wilayah tersebut mulai memasuki musim panen pada Oktober mendatang.

Beberapa pekan ke depan masyarakat berpotensi menghadapi gejolak harga sebelum pasokan kembali meningkat. Kenaikan cabai merah juga perlu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi Sumut pada September. Tekanan harga komoditas pangan tersebut diperkirakan dapat meningkatkan laju inflasi jika tidak segera diantisipasi.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut diminta mengambil langkah mitigasi, terutama untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi antardaerah.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meningkatkan intensifikasi transaksi cabai merah antarwilayah, khususnya daerah yang memiliki perbedaan harga cukup lebar.

"Perbedaan harga antardaerah harus dimanfaatkan untuk memperkuat arus pasokan ke wilayah yang mengalami kekurangan," katanya.

Gunawan menilai transaksi antarwilayah sebenarnya telah dilakukan oleh pedagang besar. Namun, pemerintah perlu mendorong agar mekanisme tersebut berjalan lebih intensif sehingga pasokan dapat segera dialihkan ke daerah yang mengalami kenaikan harga.

Upaya itu diharapkan dapat memperpendek tekanan harga sekaligus mencegah kenaikan cabai merah berkembang menjadi sumber inflasi yang lebih besar pada September.