
Harga Cabai Merah Turun, Ayam Tembus Rp60 Ribu
- Untuk komoditas lainnya, pergerakan harga relatif terkendali. Bawang putih masih berada di kisaran Rp28 ribu-Rp32 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah sekitar Rp26.500-Rp31 ribu
Ekonomi & Pariwisata
MEDAN – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara pada awal pekan relatif stabil. Namun, pergerakan berbeda terlihat pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah yang mulai mengalami penurunan, sementara harga daging ayam di Gunungsitoli justru menembus Rp60 ribu per kilogram.
Berdasarkan pemantauan harga di pasar tradisional, cabai merah mengalami penurunan cukup signifikan. Di Pasar Tradisional Tanjung Morawa, misalnya, harga cabai merah yang pada Jumat (7/8/2026) masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp28 ribu per kilogram.
Penurunan serupa terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya pasokan cabai dari sentra produksi, termasuk kawasan Lubuk Cuik, Kabupaten Batubara, yang mulai membanjiri pasar.
- InJourney Airports Dorong UMKM Raih Peluang Ekonomi di Destinasi Wisata
- Karhutla Bromo Belum Padam, 176 Hektare Terbakar
- Karhutla Simalungun, Satu Hektare Lahan Terbakar
Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasokan mulai kembali normal.
“Pasokan yang lebih longgar mulai memberi ruang bagi harga cabai untuk terkoreksi,” kata Gunawan, Senin (10/8/2026).
Meski cabai merah di sejumlah daerah mengalami penurunan, disparitas harga antarwilayah masih cukup lebar. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah tertinggi tercatat di Gunungsitoli, yakni sekitar Rp47.500 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit cenderung stabil dengan kecenderungan mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Di wilayah Medan dan Deli Serdang, komoditas tersebut berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp67 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit tertinggi berdasarkan PIHPS tercatat di Sibolga, mencapai sekitar Rp72.500 per kilogram. Pergerakan naik juga terjadi pada komoditas sumber protein, khususnya daging ayam. Harga tertinggi tercatat di Gunungsitoli yang mencapai Rp60 ribu per kilogram.
Sementara di Medan dan Deliserdang, harga daging ayam masih jauh lebih rendah, yakni berada dalam rentang Rp39 ribu hingga Rp41.500 per kilogram. Adapun telur ayam masih diperdagangkan sekitar Rp1.600 hingga Rp2.200 per butir.
Menurut Gunawan, perbedaan harga antarwilayah tersebut menunjukkan bahwa faktor distribusi masih menjadi salah satu penentu utama harga pangan di Sumatera Utara.
“Jarak dan kelancaran distribusi masih sangat menentukan pembentukan harga di masing-masing daerah,” ujarnya.
Untuk komoditas lainnya, pergerakan harga relatif terkendali. Bawang putih masih berada di kisaran Rp28 ribu-Rp32 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah sekitar Rp26.500-Rp31 ribu per kilogram di wilayah Kota Medan.
Harga minyak goreng curah berdasarkan pemantauan langsung berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp22 ribuan per kilogram. Sementara harga beras medium di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih relatif stabil pada rentang Rp14 ribuan hingga Rp17 ribuan per kilogram.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan harga pangan Sumatera Utara pada awal pekan masih cukup terkendali. Penurunan harga cabai merah menjadi kabar positif bagi konsumen, sementara harga daging ayam dan cabai rawit tetap perlu dipantau karena menunjukkan tekanan di sejumlah daerah.
