Lindungi Ekosistem Pesisir, BRI Tanam 500 Mangrove dan Lepas Ikan Serta Kepiting
Ekonomi & Pariwisata

Hari Bumi, BRI Lakukan Penanaman 500 Mangrove dan Pelepasan Ikan Serta Kepiting

  • BRI Peduli bersama KTH Sumber Makmur melakukan penanaman 500 pohon mangrove di atas area seluas 500 m2, di kawasan pesisir Muara Gembong, Kab Bekasi, Jawa Barat.
Ekonomi & Pariwisata
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

BEKASI — Sebagai benteng alami pantai, penyerap karbon, habitat makhluk hidup, penjaga kualitas air, serta penopang ekonomi masyarakat pesisir, hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting. Meski demikian, keberadaannya di Indonesia semakin terancam akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui BRI Menanam - Grow & Green berupa kegiatan penanaman 500 pohon mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan ini, BRI Peduli berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Hutan (KTH) Sumber Makmur dan melakukan penanaman mangrove di atas area seluas 500 m2.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapan, kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Gembong merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi, intrusi air laut, serta degradasi ekosistem. Penanaman mangrove dipilih karena perannya yang strategis dalam melindungi garis pantai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir.

BRI Peduli berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Hutan (KTH) Sumber Makmur melakukan penanaman 500 pohon mangrove di atas area seluas 500 m2, di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: Hidupkan Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat 'Srikandi Pertiwi'

“Momentum Hari Bumi menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pelestarian lingkungan pesisir. Harapannya dapat memberikan dampak jangka panjang, meningkatkan kualitas lingkungan dan menambah jumlah serapan dan cadangan karbon” ungkap Dhanny.

Dalam pelaksanaan Program BRI Menanam - Grow & Green, BRI berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.

“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian’’ imbuhnya.

Sejak dijalankan pada 2023, BRI Menanam - Grow & Green telah menanam sebanyak 75.000 pohon mangrove dengan potensi serapan carbon sebesar 29.56 ton/tahun. Program ini dilakukan secara bertahap mulai dari penyusunan rancangan program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendataan kondisi perkembangan pohon serta pengukuran potensi cadangan dan serapan karbon.

Selain kegiatan penanaman mangrove, BRI Peduli juga melaksanakan kegiatan pelepasan ikan dan kepiting sebagai upaya menjaga kestabilan rantai makanan di ekosistem pesisir serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

BRI Peduli juga melaksanakan kegiatan pelepasan ikan dan kepiting sebagai upaya menjaga kestabilan rantai makanan di ekosistem pesisir 

Di wilayah ini juga, BRI Peduli sebelumnya telah menyalurkan bantuan pembangunan sarana prasarana pendukung kegiatan kelompok nelayan dan warga. Bantuan tersebut antara lain, pembangunan jembatan, ruang serbaguna, musala, toilet, tenant pancing tenant kuliner bagi pelaku UMKM, greenhouse/ hatchery dan perahu eduwisata.

Pada kesempatan terpisah, Endang selaku Pengurus KTH Sumber Makmur mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber daya alam yang semakin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Adanya kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam – Grow & Green menjadi salah satu harapan untuk menyelamatkan wilayah tersebut dari kerusakan akibat abrasi.

“Semoga sinergi dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di Ekowisata Mangrove Muara Gembong. Semoga di masa mendatang, program ini dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan dampak positif yang semakin luas bagi kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat kami, ” ungkapnya.

Secara Umum BRI melalui program BRI - Menanam Grow & Green telah menanam 153.100 bibit tertanam dan terpelihara, 5.448 fragmen karang, 3.000 tegakan lamun direstorasi dengan melibatkan 31 kelompok masyarakat.

Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Redaksi pada 22 Apr 2026