
Hasto Kristiyanto: Kantor PDI Perjuangan Samosir Harus Jadi Rumah Rakyat
- “Kantor partai harus memancarkan semangat keberpihakan kepada rakyat miskin, kepada rakyat yang dibodohi oleh sistem, oleh kekuasaan...”
Medan Insight
sumatrakini.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kantor partai tidak boleh menjadi bangunan eksklusif yang berjarak dengan rakyat, melainkan harus menjadi rumah rakyat untuk menyampaikan aspirasi, mencari solusi persoalan, serta membangun gagasan dan kepemimpinan.
Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-suhitoruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Hasto hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, jajaran pengurus DPD dan DPC, kader, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi serta kabupaten dan kota se-Sumut dan tokoh masyarakat.
- Gempa M7,7 Guncang NTT, 14 Orang Meninggal Dunia
- Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Dua Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
- Kurs Rupiah Hari Ini 14 Agustus 2026, 1 Dolar AS Berapa Rupiah?
Menurut Hasto, pembangunan kantor DPC bukan semata-mata pembangunan sarana organisasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat hubungan partai dengan rakyat. Kantor tersebut nantinya memang berfungsi sebagai tempat konsolidasi organisasi, kaderisasi, rekrutmen politik hingga pendidikan kepemimpinan.
Namun, seluruh fungsi tersebut harus bermuara pada kepentingan rakyat serta memperkuat kemampuan partai menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Ketika kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan bukan sekadar rumah rakyat, bukan sekadar suatu rumah untuk konsolidasi menggodok aspek-aspek strategis agar rekrutmen politik, kaderisasi, pendidikan kepemimpinan, kemudian bagaimana kita membuat aspirasi rakyat menjadi keputusan-keputusan publik itu dijalankan di kantor partai ini,” ujar Hasto, Sabtu (15/8/2026).
Ia menekankan, keberadaan kantor partai juga harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kecil, terutama mereka yang menghadapi ketidakadilan akibat sistem maupun kebijakan kekuasaan.

“Kantor partai harus memancarkan semangat keberpihakan kepada rakyat miskin, kepada rakyat yang dibodohi oleh sistem, oleh kekuasaan. Sehingga sering terjadi ketidakadilan. Jangan sampai kita membangun kantor partai, tapi berjarak dengan rakyat. Justru dengan kantor partai inilah kita semakin menyatu dengan kekuatan rakyat,” tegasnya.
Hasto berharap masyarakat Samosir nantinya menjadikan kantor tersebut sebagai ruang bersama. Masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil atau menghadapi persoalan dapat datang untuk menyampaikan masalah dan mendapatkan pendampingan melalui jalur politik dan demokrasi.
“Dalam peletakan batu pertama ini kami mengingatkan pentingnya kantor partai agar nantinya ketika ini berjalan menjadi rumah rakyat. Rakyat yang diperlakukan tidak adil bisa datang ke sini. Ini juga harus menjadi suatu ruang untuk membangun kepemimpinan intelektual,” tuturnya.
Menurut Hasto, keberpihakan kepada rakyat merupakan bagian dari karakter politik PDI Perjuangan. Pancasila, katanya, mengajarkan keberpihakan terhadap kemanusiaan serta pembebasan rakyat dari berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan.
Dalam kehidupan demokrasi, partai juga harus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan. Perbedaan pendapat, lanjutnya, tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, tetapi menjadi bagian dari dinamika demokrasi untuk melahirkan gagasan terbaik.
Karena itu, kantor partai diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya kader, tetapi juga ruang tumbuhnya kepemimpinan dan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumut Rapidin Simbolon mengatakan pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir akan melibatkan seluruh kader melalui semangat gotong royong.
Menurut Rapidin, pola serupa juga akan diterapkan dalam pembangunan kantor partai di Langkat, Nias dan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumut.

“Hal ini untuk mewujudkan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa kantor partai adalah pusat konsolidasi partai sekaligus rumah rakyat, tempat menggumuli persoalan-persoalan rakyat,” kata Rapidin.
Ia menegaskan seluruh kantor permanen PDI Perjuangan di Sumatera Utara harus semakin meneguhkan komitmen partai untuk hadir bersama rakyat dalam berbagai keadaan.
“Kantor partai tidak boleh menjadikan partai eksklusif dan berjarak dengan rakyat. Kantor partai yang telah, sedang dan akan dibangun di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara ditujukan untuk kemenangan bersama rakyat,” tegasnya.
Rapidin mengatakan rakyat merupakan alasan sekaligus tujuan pembangunan kantor-kantor partai tersebut, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Sutrisno Pangaribuan menambahkan, dalam kunjungan tersebut Hasto Kristiyanto didampingi Djarot Saiful Hidayat, Johannes Oberlin Lumban Tobing dari BBHR Pusat, Guntur Romli, Anwar Saragih, Aryo Seno Bagaskoro, Monang Sinaga, Markus Junianto Sihaloho dan Kusnadi.
Rombongan tiba di Samosir pada Sabtu, kembali ke Jakarta pada Minggu (16/8/2026) untuk mengikuti persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDI Perjuangan, kawasan Lenteng Agung.
Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir. Kantor itu diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas dan konsolidasi organisasi, tetapi benar-benar hadir sebagai rumah rakyat yang terbuka, dekat dan mampu memperjuangkan persoalan masyarakat.
