Ilustrasi hipertensi
Medan Insight

Hati-hati, Hipertensi Mengintai Wanita Usia Produktif

  • “Sejalan dengan visi menyediakan pelayanan perawatan sebaik mungkin lebih dekat dengan rumah, kami punya program medis yang komprehensif..."
Medan Insight
Mei Leandha

Mei Leandha

Author

MEDAN - Banyak wanita sering mengabaikan sinyal-sinyal kecil yang diberikan tubuh. Apalagi di tengah kesibukan mengelola rumah tangga dan karier. Rasa pusing, kelelahan kronis, hingga jantung berdebar dianggap dampak stres biasa atau tanda awal menopause. Gejala hormonal ini muncul di balik gejala-gejala samar yang acap dibiarkan.

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh setiap bulan Mei, data kesehatan terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Prevalensi penyakit jantung pada wanita di Indonesia lebih tinggi dibanding pria, sekitar 1,6 persen. Menjadi pemicu utama yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung.

dr. Muhammad Ginanjar, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, spesialis jantung di Columbia Asia Hospital Aksara menjelaskan bahwa karakteristik hipertensi pada wanita memiliki keunikan tersendiri. 

"Terutama pada usia produktif hingga paruh baya, sangat bervariasi dan cenderung tidak khas. Sering membuat mereka abai dan menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa," katanya, Senin (22/6/2026).

Faktor hormonal, lanjut dia, terutama saat memasuki masa menopause, sangat memengaruhi elastisitas pembuluh darah wanita. "Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, pengendalian yang lebih intensif dan deteksi dini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan," ucap Ginanjar.

Pentingnya kesadaran ini juga ditegaskan dr. Mardianto, SpPD, K-EMD, FINASIM, Hospital Director Columbia Asia Hospital Aksara. Menurutnya, literasi kesehatan mengenai deteksi dini harus menjadi gerakan bersama di masyarakat. 

"Kami melihat edukasi yang tepat adalah langkah pertama dalam pencegahan. Mengenali risiko sejak dini, kita tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, juga menjaga kesejahteraan satu keluarga yang sering kali bertumpu pada peran seorang wanita," ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat, layanan kardiologi di Columbia Asia Hospital Aksara kini mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif. Melalui pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan ahli, masyarakat diharap lebih proaktif memantau tekanan darah mereka sebelum gejala berkembang menjadi kondisi kronis.

Juga menghadirkan layanan skrining stroke yang bisa dijadikan pilihan dari pemeriksaan kesehatan rutin dan bentuk nyata kepedulian terhadap diri sendiri. Langkah proaktif ini membantu mengenali kondisi tubuh lebih dalam, sehingga bisa terus produktif dan hadir sepenuhnya untuk momen-momen penting dalam hidup. Hipertensi mungkin silent killer, namun dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, risiko ini dapat dikendalikan demi masa depan yang lebih sehat.

Columbia Asia Hospitals berdiri sejak 1996, saat ini mengelola 19 rumah sakit di Asia Tenggara: 5 di Indonesia, 13 di Malaysia dan 1 di Vietnam. Berkomitmen menyediakan akses kesehatan yang efisien, terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. 

Public Relations Columbia Asia Hospital Aksara, Anastasya LD Siahaan mengatakan, teknologi medis terbaru serta pelayanan rawat inap yang komprehensif, memastikan pasien mendapat perawatan terbaik dan waktu pemulihan lebih cepat. Juga dukungan tim konsultan medis terampil dan staf yang memprioritaskan kebutuhan setiap pasien. 

Columbia Asia Indonesia menyediakan beragam layanan medis dan spesialisasi seperti Bedah Umum, Onkologi, Neurologi, Kardiologi, Nefrologi, Pediatri atau Anak, Kebidanan dan Ginekologi, Ortopedi dan Penyakit Dalam. Fasilitas lain seperti Unit Perawatan Intensif, Unit Perawatan Neonatal, Fisioterapi, Laboratorium, Farmasi, CATHLab dan Radiologi juga tersedia.

“Sejalan dengan visi menyediakan pelayanan perawatan sebaik mungkin lebih dekat dengan rumah, kami punya program medis yang komprehensif. Mengikuti standar kualitas internasional untuk memberi pelayanan terbaik bagi komunitas dan masyarakat,” kata Anastasya.