
Hingga September 2026 Pengguna wondr BNI Tumbuh 58%, Transaksi Tembus Rp1.774 Triliun
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berupaya meningkatkan mutu pelayanan dengan menghadirkan produk serta kanal perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang dinamis.
Medan Insight
JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan dengan menghadirkan produk serta kanal perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang dinamis. Pengembangan layanan digital menjadi salah satu prioritas untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Di sisi lain, BNI juga melakukan penyempurnaan layanan di kantor cabang agar nasabah bisa mendapatkan solusi perbankan yang tepat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa perubahan perilaku nasabah menuntut industri perbankan untuk terus beradaptasi dalam memberikan pelayanan. Ia menjelaskan bahwa kemudahan bertransaksi harus diimbangi dengan pelayanan berkualitas serta pemahaman yang baik terhadap kebutuhan setiap nasabah.
"Bagi BNI, menjaga kepercayaan nasabah dimulai dari bagaimana kami memberikan layanan dalam keseharian. Kami terus mengembangkan layanan digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di kantor cabang agar nasabah semakin mudah memenuhi kebutuhan perbankannya," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Pada segmen ritel, BNI mengandalkan wondr by BNI sebagai salah satu kanal utama layanan digital. Hingga September 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta, tumbuh 58% secara tahunan (Year on Year/YoY), dengan nilai transaksi mencapai Rp1.774 triliun atau meningkat 25% YoY.
BNI juga memperluas pilihan layanan untuk menjangkau kebutuhan nasabah yang lebih beragam, salah satunya melalui wondrZ yang diperuntukkan bagi anak dan remaja.
Sementara di segmen bisnis dan korporasi, BNIdirect mencatat nilai transaksi Rp9.324 triliun hingga Kuartal III 2026, tumbuh 16% YoY, dengan jumlah pengguna mencapai 293 ribu atau meningkat 19% YoY.
BNI turut mengembangkan wondr Merchant untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital dan mengelola aktivitas transaksi sehari-hari.
Pertumbuhan aktivitas pada platform digital tersebut turut mendukung penguatan dana murah BNI. Hingga Kuartal III 2026, CASA tumbuh 19,6% YoY menjadi Rp733,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan CASA industri perbankan sebesar 9,7%.
Penguatan struktur pendanaan tersebut memberikan ruang bagi BNI untuk menjaga kapasitas intermediasi. Hingga Kuartal III 2026, kredit BNI tumbuh 22,2% YoY.
Menurut Okki, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan layanan digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga semakin terhubung dengan pertumbuhan bisnis perseroan.
BNI juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan sektor publik. Pengembangan tersebut memperoleh pengakuan melalui tiga penghargaan GovMedia Awards 2026 di Singapura dalam kategori Digital Initiative, Process Optimization, dan Public Sector Initiative.
"Penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. BNI terus membangun pengalaman nasabah yang konsisten melalui penguatan layanan di sisi depan yang ditopang keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur di back end," jelas Okki.
Upaya tersebut turut memperoleh pengakuan melalui Danantara Indonesia CX100 Award 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13 Oktober 2026. BNI meraih posisi Top 3 sektor Financial Services dan Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik.
Penilaian dalam ajang tersebut mencakup tiga aspek, yakni Effectiveness, Ease, dan Emotion, yang menilai kemampuan layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, serta pengalaman selama berinteraksi dengan perusahaan.
Bagi BNI, hasil penilaian tersebut menjadi masukan untuk terus menentukan prioritas perbaikan layanan dan pengembangan kanal digital.
Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat transformasi pelayanan melalui peningkatan kapabilitas digital, keandalan operasional, dan kualitas interaksi dengan nasabah. Langkah tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Okki menambahkan, kualitas pelayanan juga perlu ditopang tata kelola perusahaan yang kuat. Komitmen tersebut tercermin dari penghargaan Leadership in Corporate Governance pada The 17th IICD Corporate Governance Award 2026 serta masuknya BNI dalam daftar Top 50 Emiten BigCap Public Listed Company.
Memasuki delapan dekade perjalanan, BNI akan terus mengembangkan layanan seiring perubahan kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi. Dengan dukungan kanal digital, jaringan layanan, serta tata kelola yang kuat, BNI berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah dan andal dengan semangat Melayani Sepenuh Hati.
Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh pada 30 Okt 2026
