Hutama Karya tandatangani kerja sama integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB
Nasional & Internasional

Hutama Karya Integrasikan Blu-E dengan Sistem WIM

  • Sampai Juli 2026 sebanyak 342.748 kendaraan telah teridentifikasi ODOL melalui sistem WIM yang terpasang di ruas jalan tol yang dikelola Hutama Karya
Nasional & Internasional
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

sumatrakini.comPT Hutama Karya (Persero) memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang melalui integrasi sistem Blu-E milik Kementerian Perhubungan dengan Weigh in Motion (WIM) yang telah terpasang di sejumlah ruas jalan tol. Kerja sama tersebut ditandatangani dalam rangkaian peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE HUB) di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro bersama sejumlah mitra strategis, disaksikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan.

Integrasi Blu-E dan WIM memungkinkan kendaraan angkutan yang terdeteksi sistem penimbangan berjalan terhubung dengan basis data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkuat identifikasi dan pencatatan kendaraan, termasuk kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL).

Hutama Karya mencatat, hingga Juli 2026 sebanyak 342.748 kendaraan telah teridentifikasi ODOL melalui sistem WIM yang terpasang di ruas jalan tol yang dikelolanya.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan integrasi tersebut akan membuat pengawasan tidak lagi hanya bertumpu pada hasil deteksi di lapangan.

“Integrasi data membuat pengawasan ODOL lebih terukur dan tepat sasaran,” ujar Iwan.

Menurutnya, persoalan ODOL membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena dampaknya berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan dan ketahanan infrastruktur jalan tol.

Keterhubungan data antarsistem juga diharapkan membantu pemerintah melakukan pengawasan kendaraan angkutan secara lebih komprehensif. Langkah ini sekaligus mendukung target Zero ODOL 2027.

Dalam kegiatan yang sama, Kementerian Perhubungan meluncurkan ETLE HUB sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang berbasis digital.

Sistem tersebut memanfaatkan bukti rekaman elektronik untuk mendukung proses pengawasan, pencatatan hingga penanganan pelanggaran. Implementasinya diarahkan untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan, termasuk pelanggaran dimensi dan muatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan pengawasan akan diperluas melalui penambahan 63 titik pantau dan 15 titik pantau WIM.

Sebelumnya, sepanjang Januari hingga Juli 2026, pemerintah telah melakukan sosialisasi dan uji coba terbatas sebagai persiapan implementasi sistem. Tahapan awal juga mencakup pemberian peringatan sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan sebelum penegakan hukum diterapkan secara lebih luas.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan persoalan ODOL tidak hanya menyangkut kepatuhan pengemudi dan pelaku usaha angkutan. Kendaraan dengan dimensi atau muatan berlebih juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur.

“Teknologi menjadi penting agar pengawasan dapat dilakukan secara konsisten dan menyeluruh,” katanya.

Melalui integrasi Blu-E dengan WIM dan pengembangan ETLE HUB, pemerintah bersama operator jalan tol dan pemangku kepentingan lainnya mendorong pengawasan angkutan barang yang semakin berbasis data.

Bagi Hutama Karya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan, mempertahankan kualitas jalan tol dan memastikan distribusi logistik berjalan lebih efisien menuju penerapan Zero ODOL 2027.