
Indosat Catat Pendapatan Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Cloud Tembus US$50 Juta
- "Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi..."
Ekonomi & Pariwisata
sumatrakini.com – PT Indosat Tbk membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026 atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap kuat, sekaligus menjadi fondasi perusahaan mempercepat transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI TechCo.
Selain pendapatan, EBITDA Indosat mencapai Rp21,1 triliun. Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kekuatan bisnis konektivitas menjadi modal perusahaan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru, termasuk infrastruktur dan solusi AI.
“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Vikram dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
- BNPB Catat 2.285 Bencana, Dairi hingga Lumajang Dilanda Cuaca Ekstrem
- PGN Perkuat Bisnis Energi Rendah Karbon, Emisi Turun 29.574 Ton CO₂
- IHSG Anjlok 3,78 Persen, Rupiah Bertahan Menguat Tipis di Tengah Tekanan Pasar
Pertumbuhan bisnis inti Indosat didorong strategi AI hyper-personalization berbasis data untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan monetisasi layanan dan memperkuat pendapatan perusahaan.
Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.
Capaian tersebut didukung pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas 5G.
Di luar bisnis konektivitas, Indosat mulai mencatat kontribusi komersial dari pengembangan layanan AI. Pendapatan Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat dibandingkan US$28 juta yang dibukukan sepanjang 2025.
Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis tersebut dapat mencapai US$100 juta hingga akhir 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap layanan komputasi AI dan cloud.
Indosat juga tengah membangun ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI yang menggabungkan konektivitas, infrastruktur fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
Untuk memperkuat konektivitas, perusahaan mengandalkan RAIA Grid yang memiliki jaringan fiber optik sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penghubung sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan AI.

Sementara itu, Zankore by Indosat dikembangkan untuk membangun infrastruktur AI generasi berikutnya. Perusahaan memiliki ambisi jangka panjang meningkatkan kapasitas infrastruktur AI hingga 1 gigawatt (GW).
Indosat juga memperkenalkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini menyediakan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap berbagai model dan infrastruktur AI melalui satu platform terintegrasi.
Layanan tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur. Indosat menyebut sejumlah perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan solusi tersebut.
Vikram mengatakan investasi AI perusahaan mulai memberikan kontribusi bisnis yang nyata. Indosat juga akan terus membangun kemampuan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dan solusi AI, baik di pasar domestik maupun global.
Melalui penguatan bisnis telekomunikasi dan pengembangan ekosistem AI, Indosat menargetkan pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperluas akses pelaku usaha di Indonesia terhadap teknologi digital. Perusahaan juga berupaya memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital di tingkat regional dan global.
