
Indosat dan Nokia Perkuat Literasi AI dengan GENsi
- "Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat adalah fondasi penting agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi masyarakat”
Teknologi & Science
sumatrakini.com - Percepatan adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor, tantangan terbesar Indonesia bukan lagi soal akses teknologi, melainkan kesiapan talenta dan literasi digital yang merata. Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia menghadirkan Generasi Digital dan AI atau GENsi di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital, keamanan siber dan kesiapan talenta AI di daerah.
Program dirancang bukan hanya satu kali pelatihan, melainkan sebagai intervensi ekosistem pembelajaran berkelanjutan untuk mencetak penggerak literasi digital di komunitas lokal. Dengan pendekatan hybrid-menggabungkan pelatihan tatap muka berbasis kampus dan pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS), GENsi menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Di Palembang, ada 150 peserta terdiri dari mahasiswa dan pelajar yang ikut. Kota Palembang dipilih sebagai salah satu dari dua lokasi utama implementasi program, selain Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai bagian dari komitmen penguatan literasi AI tidak hanya terpusat di kota-kota besar, juga menjangkau wilayah dengan potensi talenta lokal yang besar.
- Pesta Retail 2026, SRC Tegaskan Peran UMKM
- Hankyu Hanshin Investasi di Deli Park Mall
- Pindar Mengajar, Langkah AFPI Jawab Tantangan
Mengacu pada Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 yang berada di level 3,65 dari skala 5, Indonesia memerlukan penguatan signifikan, khususnya pada pilar keamanan digital (digital safety) dan kecakapan digital (digital skills) terutama dalam pemanfaatan teknologi baru seperti AI. GENsi dirancang menjawab kesenjangan ini dengan membekali peserta tidak hanya keterampilan teknis, juga pemahaman etika dan penggunaan AI yang bertanggung jawab.
EVP-Head of Circle Sumatra IOH Agus Sulistio menyampaikan, kolaborasi ini wujud komitmen Indosat memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah Sumatra. Melalui GENsi, pihaknya ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan isu-isu lokal di lingkungannya.
"Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat adalah fondasi penting agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Agus, Jumat (6/2/2026).
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting di era digital, mulai dari literasi digital dasar, keamanan siber sampai pengenalan AI agents. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai etika penggunaan AI agar mampu menavigasi dunia digital secara aman, bertanggung jawab dan bijak. Fokus utama dari sesi ini adalah memberikan kemampuan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam konteks sehari-hari.

Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik pemanfaatan AI melalui pendekatan low/no-code, yang memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman mampu membangun solusi digital. Peserta dilatih menyiptakan chatbot, aplikasi percakapan berbasis AI sederhana yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di komunitas sekitar mereka.
Program GENsi juga mengedepankan model keberlanjutan melalui pendekatan multiplier effect, sebanyak 20 peserta terpilih disiapkan menjadi GENsi Digital Trainers. Mereka akan berperan sebagai penggerak yang membagikan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan di lingkungan kampus dan komunitasnya sehingga dampak peningkatan literasi digital meluas secara berkelanjutan dan mandiri.
Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Indosat memimpin program ini dengan dukungan penuh dari Nokia sebagai mitra strategis yang membawa perspektif industri teknologi global.
Nokia Indonesia ESG Principle Hendri Widjaja mengatakan, program GENsi sejalan dengan salah satu pilar utama Nokia ESG Global Program: Bridging Digital Divide yang fokus menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan digital supaya pemuda-pemudi Indonesia berpartisipasi penuh dalam transformasi teknologi terkini.
“Kami berkomitmen mendukung kemitraan strategis dengan IOH dengan menghadirkan pembelajaran yang inklusif, aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ucap Hendri.
BPPTIK Komdigi turut terlibat sebagai mitra pemerintah untuk memastikan program selaras dengan agenda literasi digital nasional, serta Kumpul sebagai mitra pelaksana desain pembelajaran.
Kepala BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital Hamdani Pratama mengapresiasi kerja sama pentahelix antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media dan masyarakat untuk peningkatan daya saing masyarakat di bidang digital.
“Kerja sama seluruh pihak dalam program pelatihan ini, kami harap talenta-talenta digital, khususnya di Palembang, mendapat materi pelatihan berstandar internasional. Mampu berinovasi dengan memanfaatkan AI untuk menghadapi tantangan digital saat ini," katanya.
Kehadiran GENsi di Universitas Sriwijaya diharap melahirkan gelombang baru talenta dan inovator muda dari Sumatra Selatan yang tidak hanya melek teknologi, juga siap berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia. Indosat akan terus menghadirkan konektivitas dan inisiatif pemberdayaan sebagai bagian dari komitmen membangun masa depan digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
