
Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 31,14 Juta, Sumut Pimpin Luar Jawa
- Sebaran investor di Sumut masih terkonsentrasi di Kota Medan yang mencatat 396.261 SID. Kabupaten Deliserdang menyusul dengan 202.644 SID, kemudian Langkat 79.797 SID
Medan Insight
MEDAN - Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah dan mencapai 31,14 juta hingga Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi, terutama dari kalangan usia muda.
Berdasarkan Market Update Pasar Modal 2026, jumlah investor meningkat tajam dari sekitar 3,88 juta pada 2020 menjadi 7,49 juta pada 2021. Angka itu kembali naik menjadi 10,31 juta pada 2022, 14,87 juta pada 2023, dan 20,35 juta pada 2024.
Pada 2025, jumlah investor telah mencapai 31,14 juta dan bertahan pada kisaran tersebut hingga Agustus 2026.
Kelompok usia 18-25 tahun menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 33,68 persen. Berikutnya usia 31-40 tahun sebesar 24,40 persen dan kelompok 26-30 tahun sebanyak 24,38 persen.
- DSI Diharapkan Jadi Penggerak Perdagangan, Integrasi Data Jadi Fondasi
- 5 Tanaman Hias untuk Kamar Tidur, Bantu Ciptakan Udara Lebih Segar
- Kisah Toto Sugiri, ‘Bill Gates’ RI yang Membesarkan Industri Data Center
Dari sisi pekerjaan, karyawan swasta mendominasi dengan kontribusi 35,95 persen. Pengusaha berada di posisi berikutnya sebesar 17,91 persen, sedangkan kategori pekerjaan lainnya mencapai 18,41 persen.
Meski investor muda mendominasi dari sisi jumlah, kepemilikan aset saham masih lebih banyak berada pada investor berusia 40 tahun ke atas. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran basis investor, dengan generasi muda menjadi motor pertumbuhan jumlah investor, sementara investor yang lebih matang tetap memiliki porsi aset yang kuat.

Di Sumatera Utara, pertumbuhan tersebut juga terlihat signifikan. Hingga Juli 2026, jumlah investor tercatat mencapai 1.493.064 Single Investor Identification (SID).
Jumlah itu menempatkan Sumut sebagai provinsi dengan investor pasar modal terbanyak di luar Pulau Jawa. Di kawasan luar Jawa, Sumut berada di posisi teratas, diikuti Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution, menyebut perkembangan tersebut sebagai capaian penting bagi Sumut.
"Sumut memegang rekor nomor satu setelah Jawa untuk kategori investor dan emiten," ujar Pintor, Kamis (10/9/2026).
Sebaran investor di Sumut masih terkonsentrasi di Kota Medan yang mencatat 396.261 SID. Kabupaten Deliserdang menyusul dengan 202.644 SID, kemudian Langkat 79.797 SID, Simalungun 76.266 SID, dan Asahan 59.252 SID.
Selain memperluas basis investor, BEI juga memperketat kualifikasi perusahaan yang hendak mencatatkan sahamnya di bursa. Salah satunya terkait persyaratan jajaran manajemen, termasuk direktur keuangan yang harus memiliki latar belakang pendidikan ekonomi.
Pintor mengatakan ketentuan tersebut membuat sejumlah perusahaan belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan. Sementara Bank Sumut sebelumnya memilih mencabut sendiri rencana pendaftaran pencatatan sahamnya.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasar modal tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya investor, tetapi juga oleh kesiapan dan kualitas perusahaan yang ingin menghimpun dana melalui bursa.
