Petugas memberikan stiker kepada masyarakat yang sudah disensus.
Ekonomi & Pariwisata

Jangan Cemas, Ini Jenis Data yang Dikumpulkan di Sensus 2026

  • Pemerintah bersiap melaksanakan Sensus 2026. Simak dokumen apa saja yang harus disiapkan dan daftar pertanyaan yang akan diajukan petugas kepada masyarakat.
Ekonomi & Pariwisata
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA — Pelaksanaan Sensus 2026 akan segera dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga.

Untuk memperlancar proses pendataan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar mulai menyiapkan berbagai dokumen administrasi sebelum petugas sensus datang ke lapangan.

Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Darma Prianto, menyampaikan bahwa keterbukaan masyarakat dalam memberikan data menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan sensus tahun ini.

BACA JUGA: Pilih Karier CPNS atau Karyawan Swasta? Kenali Perbedaan Gajinya

Untuk memastikan pendataan berjalan lancar, petugas akan melakukan verifikasi data berbasis dokumen fisik maupun keterangan langsung dari responden.

Berikut adalah poin-poin data yang perlu disiapkan dan akan ditanyakan oleh petugas saat sensus berlangsung:

1. Dokumen yang Perlu Disiapkan

Untuk mempercepat proses input data, masyarakat diminta menyiapkan dokumen berikut:

  • Kartu Keluarga (KK): Sebagai basis data anggota keluarga.
  • Nomor ID Pelanggan: Misalnya nomor ID listrik atau PDAM.
  • Nomor Induk Berusaha (NIB): Khusus bagi warga yang memiliki usaha atau berwirausaha.

2. Pertanyaan Terkait Kondisi Individu

Petugas akan mengajukan pertanyaan mendetail mengenai profil setiap anggota keluarga, meliputi:

  • Identitas: Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Profil Sosial: Status perkawinan, umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.
  • Kesehatan: Kondisi kesehatan umum hingga ada atau tidaknya riwayat penyakit kronis.
  • Literasi Keuangan: Kepemilikan dan penggunaan layanan uang elektronik (e-wallet).

3. Pertanyaan Terkait Kondisi Keluarga

Selain individu, petugas akan memotret kondisi kesejahteraan rumah tangga secara menyeluruh, di antaranya:

  • Ekonomi: Rincian pendapatan dan pengeluaran keluarga.
  • Aset Berharga: Kepemilikan emas perhiasan, jenis kendaraan bermotor, hingga penggunaan gas.
  • Kondisi Tempat Tinggal: Petugas akan mendata kondisi fisik bangunan rumah, yang dalam prosedurnya juga akan disertai dengan pengambilan foto rumah sebagai bagian dari verifikasi faktual.

Mengapa Data Ini Penting?

Marinda menegaskan, seluruh pertanyaan tersebut dirancang untuk memotret kondisi riil masyarakat secara akurat. 

Data yang terkumpul akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, mulai dari distribusi subsidi, program kesehatan, hingga perbaikan infrastruktur.

"Kami berharap warga dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur. Data ini sangat krusial bagi pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan kota yang lebih inklusif ke depan," ujar Marinda.

BPS Balikpapan menjamin bahwa seluruh data yang diberikan masyarakat bersifat rahasia dan dilindungi oleh undang-undang statistik. 

Masyarakat tidak perlu khawatir, karena informasi tersebut hanya digunakan untuk kepentingan pemetaan statistik daerah.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Ferry Cahyanti pada 18 Jun 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 23 Jun 2026