
KAI Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman Pasca-Gempa M 6,4 Simalungun
- "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan perjalanan..."
Medan Insight
MEDAN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api di wilayah Sumut aman pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Simalungun, Sabtu (15/8/2026).
Manager Humas KAI Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan pihaknya sempat memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) terhadap seluruh perjalanan kereta api sebagai langkah pencegahan guna memastikan kondisi jalur dan prasarana aman sebelum operasional dilanjutkan.
"Keselamatan merupakan prioritas utama. Setelah menerima informasi gempa, kami langsung berkoordinasi dengan unit terkait dan memberlakukan BLB terhadap seluruh perjalanan kereta api. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur dan prasarana aman sebelum operasional dilanjutkan," ujar Anwar.
- HUT ke-81 RI, Rapidin Ajak Kader Perkuat Perjuangan Rakyat
- AURA BRI Peduli Bantu UMKM Camilan Tradisional Sumedang Naik Kelas
- Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Empat Penghargaan dari Mendukbangga
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 17.54 WIB dengan magnitudo 6,4 dan kedalaman 163 kilometer. Pusat gempa sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun, Sumut. Getaran gempa dirasakan masyarakat Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, Limapuluh, Simalungun Raya, Kota Pematangsiantar, hingga Pangururan.
Pemeriksaan secara menyeluruh dilakukan tim KAI Sumut mencakup kondisi jalur rel, bangunan stasiun, hingga prasarana perkeretaapian lainnya untuk memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Pukul 18.50 WIB, pemeriksaan prasarana di seluruh wilayah Sumut selesai dan dinyatakan aman. Selanjutnya, operasional kereta api mulai dijalankan kembali secara bertahap sesuai dengan batas kecepatan yang diizinkan.
Penerapan prosedur pengamanan BLB sempat menyebabkan keterlambatan pada sejumlah perjalanan kereta api hingga 52 menit karena harus menunggu jalur selesai diperiksa.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan perjalanan ini. KAI akan terus memantau perkembangan situasi pascagempa serta memastikan seluruh prasarana di wilayah Divre I Sumutberada dalam kondisi siap dan aman untuk digunakan," pungkas Anwar.
