BPBD Simalungun bersama tim gabungan usai memadamkan api yang membakar lahan pertanian masyarakat di kawasan Huta Batu Marandor, Nagori Tigaras
Medan Insight

Karhutla Simalungun, Satu Hektare Lahan Terbakar

  • Data BPBD Sumut menunjukkan, karhutla menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai memasuki periode kemarau. Sepanjang Januari-Juli 2026, ada 32 kejadian di 12 kabupaten dan kota
Medan Insight
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

sumatrakini.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Kali ini, api membakar lahan pertanian masyarakat di kawasan Huta Batu Marandor, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik api terlihat pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 18.45 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. 

BPBD Simalungun bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke lahan di sekitarnya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan penanganan dilakukan pemerintah daerah dengan dukungan BPBD Sumut.

“Kami tetap melakukan pendampingan agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan tidak meluas,” ujar Sri. 

Data BPBD Sumut menunjukkan, karhutla menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai memasuki periode kemarau. Sepanjang Januari-Juli 2026, ada 32 kejadian di 12 kabupaten dan kota.

Simalungun termasuk daerah dengan jumlah kejadian cukup tinggi, yakni empat kejadian hingga Juli. Jumlah tersebut menempatkan Simalungun bersama Labuhanbatu dan Tapanuli Tengah di bawah Humbang Hasundutan yang mencatat enam kejadian. 

Meski demikian, angka karhutla Sumut hingga Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-Juli 2025, BPBD Sumut mencatat 80 kejadian yang tersebar di 21 kabupaten dan kota. 

BNPB mengingatkan masyarakat, terutama di wilayah rawan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. 

Hingga Sabtu (8/8/2026), kondisi di lokasi kebakaran Tigaras dilaporkan sudah aman dan api telah padam. Namun, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.