Ilustrasi Ppeluncuran rudal jarak pendek
Ekonomi & Pariwisata

Ketegangan Asia Tekan Rupiah, IHSG Masih Bertahan Menguat

  • "Alih-alih memperoleh kepastian dari proses negosiasi Iran dan Amerika Serikat, pasar justru dihadapkan pada meningkatnya ketegangan di Asia..."
Ekonomi & Pariwisata
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

sumatrakini.com – Memanasnya tensi geopolitik di Asia kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Peluncuran rudal jarak pendek oleh Korea Utara ke arah wilayah Jepang memicu kekhawatiran akan munculnya konflik baru di kawasan dan mendorong tekanan pada sejumlah bursa saham Asia.

Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan sentimen geopolitik tersebut muncul di tengah pasar yang masih menunggu kepastian kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik di Timur Tengah.

"Alih-alih memperoleh kepastian dari proses negosiasi Iran dan Amerika Serikat, pasar justru dihadapkan pada meningkatnya ketegangan di Asia. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali memilih aset yang lebih aman dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko global," kata Gunawan, Jumat (7/8/2026).

Meski dibayangi sentimen negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan masih mampu bergerak di zona hijau dan dibuka menguat ke level 6.352. Namun, menurut Gunawan, sektor keuangan berpotensi kembali mengalami tekanan menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent kembali naik dari sekitar US$80 menjadi US$83 per barel. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik.

Di pasar valuta asing, rupiah dibuka melemah ke kisaran Rp17.935 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan itu juga dipengaruhi penguatan dolar AS setelah US Dollar Index naik mendekati level 100, tepatnya sekitar 99,93.

"Penguatan indeks dolar menjadi tekanan tambahan bagi rupiah. Selama sentimen eksternal masih didominasi faktor geopolitik dan ekspektasi penguatan dolar AS, ruang penguatan mata uang domestik akan tetap terbatas," ujar Gunawan.

Ia memproyeksikan IHSG pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran 6.275 hingga 6.380, sedangkan nilai tukar rupiah berpotensi berada pada rentang Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Sementara itu, harga emas dunia bergerak melemah tipis di kisaran US$4.258 per troy ons. Namun jika dikonversi ke rupiah, nilainya masih bertahan tinggi di sekitar Rp2,46 juta per gram akibat pelemahan mata uang domestik.

"Walaupun harga emas dunia sedikit terkoreksi, pelemahan rupiah membuat harga emas dalam negeri tetap tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko global masih menjadi pertimbangan utama pelaku pasar," pungkas Gunawan.