Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memastikan layanan untuk peserta JKN tetap dapat diakses selama libur Lebaran
Nasional & Internasional

Libur Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Dapat Diakses

  • “Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaannya aktif sebelum mudik. Memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama untuk membayar iuran atau...”
Nasional & Internasional
Fatimah Siregar

Fatimah Siregar

Author

sumatrakini.com - BPJS Kesehatan memastikan layanan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses selama libur Lebaran nanti. Berbagai kemudahan disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan, termasuk masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan, kemudahan layanan JKN harus dirasakan masyarakat, termasuk saat momentum mudik Lebaran. Memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara tatap muka, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada 18, 20, 23 dan 24 Maret mulai pukul 08.00-13.30 waktu setempat.

“Mudik lebaran tidak boleh menjadi penghalang memperoleh pelayanan kesehatan. Kami memastikan layanan program JKN tetap dapat diakses dengan mudah supaya masyarakat mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya terjamin,” ujar Pujo, Senin (9/3/2026).

Posko Mudik BPJS Kesehatan pun dibuka mulai 13-16 Maret di Pelabuhan Merak, Banten; Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur; Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta; Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka; Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang; Rest Area Tol 519A Masaran di Sragen; Terminal Purabaya di Sidoarjo; serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar. 

"Kehadiran posko ini diharap memberi kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi terkait layanan program JKN selama perjalanan,” kata Pujo.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto menambahkan, peserta dapat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi kepesertaan secara mandiri, mulai dari perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Mengecek status keaktifan, peserta dapat memanfaatkan Mobile JKN, pelayanan administrasi melalui WhatsApp atau Pandawa di nomor 08118165165 dan Care Center 165. 

“Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaannya aktif sebelum mudik. Memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama untuk membayar iuran atau melunasi tunggakan,” ujar Akmal.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba menyampaikan, peserta program JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meski berada di luar daerah domisili. Apabila Puskesmas, klinik dan dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, dapat memperoleh pelayanan kesehatan di FKTP mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.

"Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi pencarian fasilitas kesehatan atau Aplicares sehingga peserta dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat yang dapat memberi pelayanan kesehatan," kata Abdi.

BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB). Abdi menuturkan, peserta dapat memperoleh obat kronis di rumah sakit maupun obat bagi peserta PRB di FKTP sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga terapi yang dijalani tetap berjalan.

“Tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau terjadi kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama kali dijamin Jasa Raharja sampai batas maksimal Rp20 juta. Apabila biayanya melebihi, selisihnya dijamin BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” sebut Abdi.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Bambang Wibowo menyampaikan, rumah sakit di seluruh Indonesia telah menyiapkan pelayanan untuk peserta JKN, memastikan memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan selama libur Lebaran. Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dengan memastikan layanan kepada peserta JKN tetap optimal.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi menilai momentum Lebaran membutuhkan upaya ekstra dari berbagai pihak, termasuk penyelenggara layanan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan peserta tidak mengalami kendala administratif ketika membutuhkan layanan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Baginya, perjalanan mudik sering kali melelahkan.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Sandhi Wiedyanoe menegaskan pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang libur Lebaran. Tujuannya memetakan potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik.

“Dari berbagai kajian yang dilakukan, faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Kami mengimbau masyarakat memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh saat mudik,” kata Sandhi.