
Marugame Udon Kaliurang Gunakan CNG, Gagas Perkuat Layanan Pelanggan
- “Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru”
Ekonomi & Pariwisata
sumatrakini.com – PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), bagian dari subholding gas Pertamina, terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point untuk pelaku usaha di Yogyakarta. Seiring bertambahnya pelanggan, perusahaan juga memperkuat pendampingan untuk memastikan penggunaan energi berlangsung aman, andal dan sesuai kebutuhan operasional.
Salah satu pelaku usaha yang kini memanfaatkan CNG adalah Marugame Udon Kaliurang, Yogyakarta. Penggunaan gas bumi di outlet telah berlangsung sekitar dua bulan dan masih memasuki tahap penyesuaian.
- Rupiah Kembali Melemah 0,23%, Simak Kurs Dolar AS Hari Ini
- 5 Film Indonesia Terbaru di Bioskop September 2026, Ada Apa Saja?
- Anggaran MBG 2027 Jadi Rp232,5 Triliun, Bagaimana Rinciannya?
Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, Dedi Sugianto, mengatakan pemanfaatan CNG merupakan pengalaman baru bagi pihaknya. Penggunaan energi tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi kantor pusat sebagai salah satu alternatif untuk menunjang kegiatan operasional.
“Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Dalam operasionalnya, Marugame Udon Kaliurang menggunakan sekitar 1.000 meter kubik gas bumi per bulan yang dipasok melalui tujuh CNG cylinder. Selain menjamin pasokan, Gagas juga memberikan dukungan teknis, termasuk pemeliharaan instalasi.

Dedi menilai pendampingan memberi kemudahan pihaknya karena kebutuhan perawatan menjadi lebih terarah dibandingkan penggunaan energi sebelumnya.
“Dengan CNG, instalasi dan perawatan juga didampingi Gagas, sehingga kami lebih mudah dalam penggunaannya,” ujarnya.
Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan pendampingan kepada pelanggan menjadi bagian penting dalam tahap awal pemanfaatan CNG. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan gas bumi dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing usaha.
“Marugame Udon merupakan pelanggan baru CNG Gagas. Kami ingin memastikan pelanggan mendapatkan dukungan yang diperlukan selama menggunakan gas bumi untuk kegiatan operasional,” ujarnya.
Layanan yang diberikan mencakup instalasi dan penyesuaian peralatan, monitoring pasokan, refill, cleaning hingga maintenance. Pemeriksaan berkala juga dilakukan untuk memastikan instalasi serta ketersediaan gas tetap dalam kondisi yang mendukung aktivitas pelanggan.
Gagas juga mengatur pengisian ulang sebelum persediaan habis. Jika ditemukan kendala pada instalasi maupun penggunaan CNG, tim teknis akan melakukan tindak lanjut agar aktivitas usaha tidak terganggu.
“Pengalaman dari pelanggan menjadi masukan bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Setiap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian dari evaluasi kami,” kata Miranti.
Menurutnya, skema CNG point-to-point membuka peluang perluasan akses gas bumi bagi pelaku usaha yang berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Pola distribusi tersebut memungkinkan kebutuhan energi pelanggan tetap dilayani dengan dukungan layanan yang terintegrasi.
Melalui kolaborasi PGN dan Gagas, pemanfaatan CNG point-to-point diharapkan dapat terus berkembang di berbagai sektor usaha. Selain memperluas akses terhadap gas bumi, layanan tersebut diarahkan untuk memberikan pasokan energi yang fleksibel dan mendukung keberlangsungan operasional pelanggan.
