
Menhub "Ramp Check" Batik Air Boeing 737-900ER
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama, koordinasi pelaksanaan ramp check hari ini. Berbagai rekomendasi dan referensi yang kami terima akan
selalu dianalisis dan jalankan..."
Teknologi & Science
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Operation Director of Batik Air Capt. Zwingly Silalahi; Safety, Security and Quality Director of Batik Air Capt. Wamildan Tsani Panjaitan serta Maintenance and Engineering Director of Batik Air Yanto Supriatno melaksanakan pemeriksaan, pengecekan dan inspeksi terhadap persiapan dan pelaksanaan operasional penerbangan (ramp check) Batik Air di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pelaksanaan ramp check juga dijalankan internal Batik Air secara rutin dan berkala guna memastikan setiap operasional penerbangan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dengan tetap mengutamakan faktor-faktor yang memenuhi keamanan, keselamatan, kenyamanan serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan.
"Kegiatan ini bertujuan menjamin penyelenggaraan angkutan penumpang berjadwal di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Objek pemeriksaan meliputi unsur administrasi, sumber daya manusia yaitu petugas layanan darat dan awak pesawat, sistem menyeruluh pada pesawat udara serta unsur teknis lainnya," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1/2021).
"Hasilnya, armada Batik Air dinyatakan laik beroperasi (airworthy for flight). Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama, koordinasi pelaksanaan ramp check hari ini. Berbagai rekomendasi dan referensi yang kami terima akan selalu dianalisis dan jalankan. Menjadikannya sebagai salah satu dalam peningkatan kualitas layanan," sambung Danang.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada regulator, pemerintah daerah, pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara serta mitra yang telah mendukung kelancaran operasional selama ini. Ke depan, sinergitas akan terus terjalin dan terlaksana secara tepat.
Apresiasi dan penghargaan tertinggi juga diberikan kepada awak pesawat, petugas layanan darat dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras menjalankan operasional. Batik Air menegaskan, masa waspada saat ini, guna mencegah penyebaran Covid-19, dijalankan tindakan preventif dan antisipasi menurut protokol kesehatan terutama kesehatan serta kepentingan manusia (human interest) yang mencakup karyawan dan calon tamu.
Untuk persiapan operasional penerbangan, tetap melakukan pengecekan kesehatan kepada pilot, awak kabin dan teknisi. Pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting untuk menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight) agar keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam penerbangan terjamin.
Kegiatan sterilisasi dan kebersihan pesawat terus dilakukan serta ditingkatkan. Proses pembersihan pesawat terdiri dari aircraft interior exterior cleaning (AIEC), terdiri dari Aircraft Interior Cleaning (membersihkan bagian dalam pesawat) dan Aircraft Exterior Cleaning (membersihkan bagian luar pesawat).

Fokus pada Bisnis Berkelanjutan
Batik Air selalu menyiapkan layanan operasional secara komprehensif berdasarkan strategis bisnisnya. Komitmen keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Makanya berhasil memperoleh sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA) untuk ketiga kalinya.
Pada 2013 hanya mengoperasikan satu Boeing 737-900ER, kini didukung armada berteknologi modern dan fitur-fitur yang memberikan kenyamanan setiap tamu ketika berada di kabin. Terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), 25 Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi).
Pengoperasian pesawat generasi terbaru menjadi bagian keseriusan yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman para tamu ketika in-flight di kelas premium services airlines serta menambah tingkat kepercayaan dan loyalitas para tamu.
"Kami selalu mengembangkan full-service sejalan meningkatkan jaringan serta kualitas layanan. Melayani konektivitas terjangkau dan mempunyai frekuensi penerbangan lebih dari 180 perhari dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu 92,63 persen," pungkas Danang.
