Minyak Karo dan madu diminati pengunjung Stand Disperindag ESDM Sumut di PRSU 2026
Medan Insight

Minyak Karo dan Madu Terjual Setiap Hari di PRSU 2026

  • Stand Disperindag ESDM Sumut juga menghadirkan beragam produk UMKM lain seperti kopi, aneka rendang, peyek kacang andaliman, aksesori dan berbagai produk kerajinan tangan
Medan Insight
Mei Leandha

Mei Leandha

Author

MEDAN - Minyak Karo dan madu menjadi dua komoditas unggulan yang paling diminati pengunjung Stand Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumatera Utara di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.

Minyak Karo dijual Rp60 ribu per botol. Produk herbal tradisional dari minyak kelapa dan rempah-rempah khas ini dikenal bisa membantu meredakan pegal linu, nyeri sendi, terkilir, masuk angin, luka ringan dan gigitan serangga.

Sementara madu dihargai Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, tergantung ukuran kemasan. Madu berasal dari Wisata Petik Madu di Jalan Tritura Medan, yang juga dikenal sebagai pusat edukasi perlebahan. Selain madu murni, ada juga produk turunan seperti royal jelly, bee pollen, propolis, lilin lebah (beeswax), madu fermentasi dan cuka madu.

“Paling banyak dicari pengunjung adalah minyak Karo dan madu, terjual setiap hari. Pengunjung juga bisa mengikuti wisata edukasi, pelatihan budidaya lebah dan terapi sengat lebah," kata petugas stand Rafli Anshori dan Deo Volente Waruwu, Kamis (9/7/2026).

Stand Disperindag ESDM Sumut juga menghadirkan beragam produk UMKM lain seperti kopi arabika, aneka rendang, peyek kacang andaliman, keripik, stik keju, tas, sandal, aksesori dan berbagai produk kerajinan tangan khas Sumut.

“Semuanya mitra binaan Disperindag. PRSU menjadi sarana promosi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan,” ucap Rafli.