Pengeboran minyak lepas pantai
Ekonomi & Pariwisata

Minyak Mentah Naik, Rupiah dan Emas Menguat

  • Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, harga emas dunia juga ikut menguat. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.330 per ons troy, setara kurang lebih Rp2,49 juta per gram
Ekonomi & Pariwisata
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

MEDAN – Harga minyak mentah dunia kembali bergerak naik pada awal pekan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan belum adanya perkembangan positif terkait rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga minyak mentah jenis Brent berada di kisaran US$84,6 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan yang menjamin kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali meredup.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS menyampaikan peluang tercapainya kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dengan jaminan kebebasan lalu lintas. Namun, Iran kemudian membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS.

Ketegangan juga meningkat setelah kelompok Houthi menyerang perusahaan pengolahan minyak di Arab Saudi. Perkembangan tersebut memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, sentimen negatif tersebut belum memberikan tekanan berarti terhadap pasar keuangan Asia. Mayoritas bursa saham di kawasan justru bergerak menguat pada awal perdagangan.

Di pasar domestik, IHSG berada di level 6.440, sementara nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp17.815 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan pelemahan indeks dolar AS yang berada di kisaran 99,6.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai kondisi pasar domestik masih cukup solid menghadapi peningkatan risiko global.

“Pelaku pasar masih melihat peluang stabilisasi, meski ruang volatilitas tetap terbuka,” kata Gunawan, Senin (10/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.790 hingga Rp17.870 per dolar AS sepanjang perdagangan. Sementara IHSG berpeluang bergerak di kisaran 6.400 hingga 6.480.
Pergerakan IHSG masih akan sangat dipengaruhi dinamika bursa saham Asia, termasuk respons investor terhadap perkembangan konflik dan hubungan AS-Iran.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, harga emas dunia juga ikut menguat. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.330 per ons troy, setara kurang lebih Rp2,49 juta per gram.

Harga emas masih mampu bertahan di atas level US$4.300 per ons troy meski kenaikan harga minyak berpotensi kembali mendorong inflasi. Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik membuat emas tetap diminati sebagai aset safe haven.

Menurut Gunawan, pergerakan emas masih mendapatkan dukungan dari tingginya kebutuhan investor terhadap aset pelindung nilai.

“Emas tetap menarik selama ketidakpastian belum benar-benar mereda,” ujarnya.

Pasar kini akan mencermati perkembangan Selat Hormuz, arah harga minyak, pergerakan dolar AS serta respons bursa Asia. Keempat faktor tersebut berpotensi menentukan arah rupiah dan IHSG hingga penutupan perdagangan.