Dr O (Boney) dibawah naungan HR Group, salah satu shipper Ninja Xpress
Nasional & Internasional

Mitos Seputar Tinggi Badan, Ini Tiga Fakta yang Harus Diperhatikan

  • Masyarakat Indonesia masih memerlukan edukasi mengenai hal-hal apa saja yang dapat membantu menambah tinggi badan
Nasional & Internasional
Dinda Marley

Dinda Marley

Author

HalloMedan.co - Fakta menarik bahwa sepuluh negara di Eropa, rata-rata penduduknya berbadan tinggi di dunia. Belanda menjadi juara dengan rata-rata tinggi badan warganya 183,78 sentimeter. Di Indonesia, banyak orang terobsesi memiliki tinggi badan ideal, bukan hanya untuk menunjang penampilan, beberapa profesi mewajibkan tinggi badan minimal 160 sentimeteruntuk laki-laki dan 155 sentimeter buat perempuan.

Cukup banyak mitos seputar tinggi badan yang beredar di masyarakat. Dr O (Boney) dibawah naungan HR Group, salah satu shipper Ninja Xpress memberi penjelasan mitos seputar tinggi badan.

Anak pasti bertubuh pendek karena orangtuanya pendek 

Banyak orang yang beranggapan bahwa tinggi badan seseorang itu 100 persen ditentukan faktor keturunan atau genetik. Faktanya, banyak anak yang tumbuh tinggi meskipun kedua orangtuanya relatif pendek. Memang benar, genetik mempengaruhi tinggi badan seseorang, akan tetapi ada faktor-faktor lain yang berpengaruh, misalnya nutrisi, hormon hingga aktivitas fisik seseorang. 

Mengenai nutrisi di masa pertumbuhan, ada kemungkinan orangtua zaman dulu belum begitu terpenuhi kebutuhan nutrisinya sehingga berdampak terhadap tumbuh kembangnya. Anak zaman sekarang relatif tercukupi secara nutrisi dan banyak orangtua yang mulai sadar pentingnya menjaga asupan nutrisi untuk anak.

Anak laki-Laki bertambah tinggi setelah khitan

Faktanya, secara medis belum ditemukan pengaruh sunat atau khitan terhadap tinggi badan seseorang. Lantas, kenapa muncul mitos bahwa sunat bisa menambah tinggi badan anak laki-laki? Karena pada umumnya anak laki-laki di Indonesia melakukan prosesi sunat menjelang masa pubertasnya sehingga hormon testosteron mulai diproduksi oleh tubuhnya dan berdampak terhadap penampilan fisik, termasuk tinggi badan. Jadi, tidak ada kaitan antara sunat dengan tinggi badan.

Lompat tali meninggikan badan

Mitos ini populer, akan tetapi belum ada riset yang membenarkan. Pada 2017, ada riset yang melibatkan 176 remaja perempuan di Hongkong dan menemukan fakta bahwa latihan lompat (plyometric) hanya memiliki korelasi dengan peningkatan kepadatan mineral tulang. Riset ini memberikan fakta bahwa aktivitas lompat tali secara teratur bisa meningkatkan kepadatan tulang yang berkaitan dengan penurunan risiko osteoporosis di masa depan tapi tidak ada kaitannya dengan tinggi badan.

Dari tiga mitos ini saja kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia masih memerlukan edukasi mengenai hal-hal apa saja yang dapat membantu menambah tinggi badan. Berangkat dari semangat inilah Dr O ingin membantu banyak orang mencapai tinggi badan yang diinginkan melalui cara yang lebih mudah dan aman secara kandungan bahan karena terbuat dari perpaduan sarang walet putih, daun kecipir, daun semanggi air dan daun kelor.

Hadirnya Boney sebagai kapsul peninggi herbal pertama yang kaya mineral dan tinggi kalsium membantu Anda memenuhi kebutuhan kalsium dan nutrisi yang lengkap untuk tulang. Selain itu, membantu menjaga stamina tubuh yang tentunya ditunjang pola hidup yang sehat.

“Meskipun produk Boney belum lama rilis ke pasar, kami senang karena banyak konsumen yang memberikan testimoni positif. Merasa bahwa Boney tidak menimbulkan efek mual dan ketergantungan seperti produk-produk peninggi badan berbahan kimia dan lebih mudah dikonsumsi,” kata Sarah, tim HR Group, dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (27/4/2022). 

Ninja Xpress mendukung Dr O memasarkan produknya. Harapannya, lebih banyak lagi masyarakat yang teredukasi mengenai fakta dan mitos seputar tinggi badan sekaligus membantu memberikan solusi untuk permasalahan tinggi badan.