Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut Pintor Nasution
Ekonomi & Pariwisata

Mudahkan Transaksi, BEI Sempurnakan Format Distribusi Data

  • “Pelaku pasar lebih percaya diri masuk karena informasi yang mereka gunakan jauh lebih dekat dengan kondisi aktual pergerakan harga dan volume”
Ekonomi & Pariwisata
Canyon Gabriel

Canyon Gabriel

Author

sumatrakini.com - Pasar modal Indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan informasi yang semakin tinggi. Seiring bertambahnya jumlah investor ritel dan meningkatnya aktivitas perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) memudahkan transaksi investor dengan memastikan setiap pelaku pasar mendapatkan data relevan, terukur dan dapat diandalkan sebagai referensi pengambilan keputusan investasi.

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah melalui implementasi penyempurnaan format distribusi data di akhir sesi satu, menjadi tonggak baru penguatan integritas pasar sekaligus peningkatan efisiensi perdagangan. Latar belakang perubahan dari hasil survei pelaku pasar yang menyampaikan selama ini distribusi data perdagangan hanya tersedia pada akhir hari atau end of day (EOD) dan hasil post implementation review atas penutupan kode broker dan kode domisili 2022.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatra Utara Pintor Nasution mengatakan, perubahan utama dari penyempurnaan format distribusi data adalah bahwa laporan perdagangan kini didistribusikan melalui Anggota Bursa tidak hanya akhir hari tetapi juga pada akhir sesi satu. Implementasi ini mulai dinyatakan live pada 23 Agustus 2025 dan efektif berjalan pada 25 Agustus 2025.

“Langkah ini terbukti mendorong aktivitas transaksi yang lebih merata serta meningkatkan integritas pasar,” katanya, Selasa (13/½026).

Perubahan ini memberi manfaat besar bagi para investor. Mereka, lanjut Pintor, dapat mengakses ringkasan data transaksi lebih awal, membaca kecenderungan pasar pada setengah hari pertama, lalu menetapkan strategi yang lebih terukur untuk sesi perdagangan selanjutnya. Distribusi data kepada Anggota Bursa tetap dilakukan melalui Daftar Transaksi Bursa (DTB) AB sebagaimana sebelumnya, dengan nilai tambahnya terletak pada percepatan informasi yang diterima.

Tren data dari Januari-November 2025 memperlihatkan dampak positif implementasi kebijakan. Sebelumnya distribusi data pada akhir sesi satu, rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler berada pada kisaran Rp11,8 triliun. Setelah kebijakan berjalan, nilai melonjak signifikan menjadi rata-rata Rp20,6 triliun per hari. Kenaikan 73,83 persen ini menunjukkan percepatan informasi memberi dorongan bagi peningkatan aktivitas transaksi. 

“Pelaku pasar lebih percaya diri untuk masuk ke pasar karena informasi yang mereka gunakan jauh lebih dekat dengan kondisi aktual pergerakan harga dan volume,” ucap Pintor.

Tidak hanya itu, porsi transaksi pada sesi satu juga mengalami peningkatan. Sebelum implementasi kebijakan, porsi transaksi sesi pagi berada di kisaran 53,34 persen terhadap total nilai transaksi harian. Setelah ada distribusi data pada akhir sesi satu, angkanya bergerak naik menjadi 55,89 persen. Peningkatan 2,55 persen menggambarkan investor menggunakan data akhir sesi pertama sebagai bahan untuk memutuskan langkah selanjutnya, termasuk apakah akan memperbesar posisi di sesi dua atau justru melakukan aksi ambil untung lebih awal.

Gap transaksi antara sesi satu dan dua pun berubah signifikan. Sebelum penyempurnaan format distribusi data, selisih kontribusi transaksi antar sesi berada di angka 6,69 persen. Setelah implementasi, gap meningkat menjadi 11,78 persen. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas yang lebih kuat pada salah satu sesi akibat investor memiliki informasi yang lebih baik untuk menentukan timing masuk dan keluar pasar. Dengan kata lain, data yang lebih cepat mendorong pasar menjadi lebih responsif, likuid dan dinamis.

Penyempurnaan format distribusi data bukan hanya soal kecepatan, juga tentang keadilan informasi. Ketika semua pelaku pasar memiliki akses yang sama terhadap data yang up to date, peluang terjadinya asymmetrical information menjadi lebih kecil. Berkontribusi pada terciptanya pasar yang lebih likuid dan efisien. 

“Meningkatnya transaksi juga menjadi sinyal kuat bagi investor institusi maupun global bahwa pasar modal Indonesia terus berbenah menuju standar internasional,” ucap Pintor.

Langkah penyempurnaan ini mempertegas komitmen BEI membangun pasar yang modern, berintegritas dan mudah diakses. Di era ketika data adalah fondasi utama dalam dunia investasi, kebijakan ini menjadi bentuk pelayanan yang memberi nilai tambah nyata bagi ekosistem pasar modal. Investor dapat menyusun strategi lebih matang, Anggota Bursa dapat memberikan rekomendasi dengan akurasi lebih tinggi, dan pasar Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa likuiditasnya mampu bersaing di kancah global.

Dengan terus berkembangnya jumlah investor ritel dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berinvestasi, penyediaan informasi yang lebih cepat dan berkualitas menjadi hal mutlak. Penyempurnaan format distribusi data adalah salah satu batu pijakan menuju transformasi pasar modal yang lebih besar, pada akhirnya mendorong pemerataan literasi keuangan, inklusi investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.