Operasi Patuh Toba 2026
Medan Insight

Operasi Patuh Toba 2026, 14.237 Pengendara Mendapat Teguran

  • "Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan menunggu ada petugas atau operasi baru tertib berlalu lintas. Gunakan helm, kenakan sabuk pengaman..."
Medan Insight
Mei-mei

Mei-mei

Author

MEDAN – Polda Sumatera Utara mencatat 15.815 teguran dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas sampai hari kesepuluh Operasi Patuh Toba 2026. Dari jumlah tersebut, 14.237 merupakan teguran kepada pengendara.

Data tersebut menunjukkan pendekatan edukatif masih menjadi prioritas dalam operasi yang berlangsung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selain teguran, polisi juga melakukan 1.345 penindakan melalui tilang manual dan 233 penindakan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Sementara penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, Operasi Patuh Toba 2026 bagian dari komitmen Polri membangun budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.
Menurut dia, teguran menjadi salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat agar memperbaiki perilaku berkendara dan memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.

"Penegakan hukum tetap dilaksanakan, tetapi kami mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Melalui teguran, masyarakat diingatkan untuk memperbaiki perilaku berkendara sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi," ujar Ferry, Kamis, 5 November 2026.

Upaya membangun kesadaran berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan di jalan raya. Polda Sumut juga menyasar berbagai kelompok masyarakat melalui kegiatan preemtif. 

Personel memberikan penyuluhan kepada pelajar dan orang tua, serta melakukan sosialisasi di terminal, pasar, kampus, kawasan industri, dan perkantoran. Edukasi juga diberikan melalui dialog dengan pengemudi ojek daring, kurir, komunitas kendaraan bermotor, hingga pengemudi angkutan.

Materi yang disampaikan meliputi penggunaan helm berstandar SNI, pemakaian sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, bahaya melawan arus, serta pentingnya mematuhi batas kecepatan.

Pada aspek preventif, jajaran Polda Sumut mengintensifkan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di sejumlah titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas.

Personel juga memantau kondisi jalan, rambu, dan marka serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Ferry menegaskan, meningkatnya jumlah teguran dan penindakan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya bukan satu-satunya ukuran keberhasilan operasi.

Menurutnya, keberhasilan yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara.

"Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan menunggu ada petugas atau operasi baru tertib berlalu lintas. Gunakan helm, kenakan sabuk pengaman, patuhi rambu dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," katanya.

Operasi Patuh Toba 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan operasi tersebut dengan meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.