Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto panen raya di lahan Ketahanan Pangan Kodam I/BB di Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang
Medan Insight

Panglima TNI Panen Raya 7 Ton Padi, Berasnya untuk Dapur MBG

  • "Sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI tidak hanya menjadi kekuatan militer, juga kekuatan sosial di tengah masyarakat. Siap membantu menyelesaikan..."
Medan Insight
Mei Leandha

Mei Leandha

Author

MEDAN - Panglima TNI, Agus Subiyanto bersama Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya memanen padi di lahan ketahanan pangan Kodam 1 Bukit Barisan, Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang.

Lahan yang dipanen seluas 80 hektar, menggunakan padi varietas Ciherang Hijau yang hasil panennya sekitar 6-7 ton per hektar. Hasil panen didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergisi Gratis (MBG) di Sumut.

Agus mengatakan, panen raya ini bentuk komitmen TNI mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya mewujudkan swasembada pangan untuk kemandirian pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan negara. Sebab, negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya rentan terhadap tekanan dan intervensi asing.

"Sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI tidak hanya menjadi kekuatan militer, juga kekuatan sosial di tengah masyarakat. Siap membantu menyelesaikan persoalan-persoalan strategis bangsa, termasuk di bidang pangan," katanya, Kamis (10/7/2025).

Dia berharap, panen kali ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk berkolaborasi, menjaga semangat gotong royong, dan berinovasi dalam membangun serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Jadikan setiap ladang sebagai ladang juang, setiap benih sebagai simbol harapan, dan setiap panen sebagai lambang kemenangan bersama. Kedaulatan pangan adalah kunci, jika kuat di sektor ekonomi, khususnya ketahanan pangan, Insya Allah bangsa ini tidak mudah diintervensi kekuatan asing. Dengan kemandirian pangan, kita menjaga kehormatan, kemerdekaan dan masa depan bangsa," ucap Agus.

Akhir acara adalah penyerahan secara simbolis beras sebanyak 40 ton untuk SPPG di Kabupaten Langkat, Deliserdang, Simalungun, Asahan dan Labuhanbatu. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut, di Sumut ada 1.762 SPPG dan baru 65 yang beroperasi.

Gubernur Sumut Bobby Nasution mendorong seluruh kabupaten dan kota mempercepat pengadaan lahan seluas 800 meter persegi untuk mendirikan dapur MBG. Sudah ada 455 usulan dengan jumlah beragam di setiap daerah.

“SPPG bisa melibatkan yayasan dengan kerja sama ke BUMD. Ini peluang baik bagi pemerintah dan masyarakat. Saat ini kendalanya ketidaktahuan proses pengajuan dan pengadaan lahan,” kata Bobby usai Penandatanganan Nota Kesepahaman BGN dengan 33 kabupaten dan kota di aula Raja Inal Siregar.

Bobby mengapresiasi komitmen pemerintah pusat melalui BGN yang menyiapkan belanja program MBG sebesar Rp7 miliar sampai Rp10 miliar per tahun. Total target pelaksanaan program di Sumut mencapai Rp17,6 triliun.

“Karena ini efeknya bukan hanya untuk anak kita saja, manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat. Ini program utama Bapak Prabowo dan Bapak Gibran. Mari kita sukseskan,” harapnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, jumlah estimasi SPPG di Sumut termasuk besar sehingga alokasi anggarannya juga cukup signifikan. Dirinya optimis pendirian SPPG bisa mencapai 1.762 sampai akhir 2025.

“Kami perkirakan akan ada 1.200 sampai 1.700-an SPPG, sehingga uang yang akan mengalir ke Sumut juga besar,” kata Dadan.

Untuk skema pelibatan pedagang kecil dalam menyediakan bahan baku untuk program MBG ke setiap SPPG, Dadan mengatakan, ada dua jenis mitra yang terlibat yakni sebagai penyelenggara SPPG dan sebagai pemasok bahan baku sehingga semua peluang sangat memungkinkan.