DPD PDI Perjuangan Sumut memberi tali asih kepada siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo
Medan Insight

PDI Perjuangan Sumut Beri Tali Asih Korban MBG di Karo

  • “Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau...”
Medan Insight
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

sumatrakini.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kader partai selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi sulit. Pesan tersebut diwujudkan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara dengan memberi tali asih kepada siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. 

Ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumut kepada anak-anak dan keluarga terdampak kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Selain memberi dukungan langsung, kegiatan juga menjadi bagian dari komitmen partai untuk terus mendampingi masyarakat dan mengawal persoalan yang berkaitan dengan penanganan para siswa yang menjadi korban.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengatakan, kehadiran partai di tengah keluarga siswa adalah dukungan moral agar anak-anak segera pulih dan kembali menjalani aktivitasnya.

“Kami hadir untuk memberi semangat, dorongan dan penguatan kepada anak-anak. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan tidak membawa pengalaman ini menjadi trauma. Kami ingin mereka tahu bahwa banyak pihak yang peduli dan ikut memberi dukungan,” katanya di open stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Karo, Sabtu (3/10/2026).

Rapidin mengungkapkan, dirinya telah menyampaikan perkembangan kondisi anak-anak Karo yang terdampak MBG kepada Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dialami masyarakat di daerah juga menjadi perhatian pimpinan partai.

“Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau, kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberi penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” ungkapnya.

Ia mengatakan, arahan tersebut menjadi semangat para kader turun langsung memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendiri menghadapi persoalan dialami.

DPD PDI Perjuangan Sumut memberi tali asih dalam bentuk tabungan, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sehingga dapat disimpan dan dimanfaatkan masing-masing anak.

Besaran saldo disesuaikan dengan kondisi siswa. Anak-anak yang mengalami kondisi berat sampai harus dirujuk mendapat Rp2,5 juta per orang. Menjalani rawat inap mendapat Rp500, sedangkan yang tidak menjalani perawatan mendapat Rp300 ribu per orang.

Rapidin menegaskan, nilai bantuan bukanlah hal utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah pesan kepedulian dan dukungan yang ingin disampaikan kader PDI Perjuangan kepada masyarakat.

“Ini bukan semata-mata persoalan nilainya. Yang ingin kami sampaikan adalah kader-kader PDI Perjuangan yang dipimpin Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hadir memberi semangat dan penguatan kepada anak-anak kita,” ujar Rapidin.

Ia menambahkan, pemberian tali asih merupakan hasil gotong royong kader PDI Perjuangan Sumut. Bantuan serupa juga akan diberikan kepada siswa terdampak MBG di sejumlah daerah lain di Sumut.

“Kami mulai dari Tanah Karo. Selanjutnya juga akan dilakukan di daerah lain, termasuk Deliserdang dan Asahan. Ini bentuk kepedulian kader kepada anak-anak yang terdampak,” katanya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto mengatakan, pemberian tali asih akan dilakukan di sejumlah daerah. “Semua ini bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik terdampak MBG. Kami juga terus memantau kondisinya, termasuk mengunjungi anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ucapnya.

Ia bilang, setelah di Karo, pihaknya akan melanjutkan kegiatan serupa di Asahan dan Deliserdang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya partai untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo sekaligus Anggota DPRD Karo Peri Edisonta Milala menyampaikan laporan mengenai data siswa terdampak MBG di Karo. Berdasarkan data yang diterima pihaknya, ada 495 siswa yang berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi.

Peri merinci, dari SD Yayasan Bersama sebanyak 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi 325 siswa, serta SMK Negeri Merdeka Berastagi 45 siswa.

Dari jumlah tersebut, 396 rekening bantuan telah tercetak BRI, 99 rekening lagi masih proses penyelesaian karena terdapat data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang perlu diperbaiki.

“Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang masih terkendala data dapat segera selesai sehingga bantuan dapat diterima seluruh siswa yang telah terdata,” ujarnya.

Ketua DPRD Karo sekaligus kader PDI Perjuangan Karo, Iriani Tarigan mengatakan, perhatian kepada para siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih. PDI Perjuangan bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo terus mengawal persoalan, termasuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Iriani, pihaknya bersama Rapidin Simbolon dan jajaran DPRD Karo telah mendatangi BGN di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi orangtua siswa serta menanyakan penanganan dan tindak lanjut untuk para korban.

“Kami akan terus bersama masyarakat dan mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak serta orangtua akan terus kami perjuangkan melalui jalur yang ada,” katanya.

Iriani juga menegaskan bahwa perhatian terhadap pelaksanaan MBG diarahkan pada perbaikan agar program berjalan semakin baik dan memberi manfaat.

“Kami harap tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kami dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” katanya lagi.

Pemberian tali asih turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut sekaligus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto, Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Sutrisno Pangaribuan, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Karo, anggota Fraksi PDI Perjuangan Karo, perwakilan BRI, orangtua siswa dan para siswa terdampak MBG.