
Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa
- "CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi..."
Medan Insight
MEDAN - Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, hadir sebagai narasumber dalam kuliah umum bertema Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka Medan.
Hadir sebagai pembicara utama, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan SPMT Finan Syaifullah. Ia membawakan materi seputar perkembangan praktik CSR di lingkungan BUMN, mulai dari landasan regulasi, implementasi program, hingga kaitannya dengan konsep green economy yang tengah menjadi tren global. Menekankan pentingnya menyederhanakan konsep keberlanjutan seperti SDGs dan triple bottom line agar lebih mudah dipahami dan diterapkan langsung oleh masyarakat di lapangan.
- Berdayakan Jutaan UMKM Perempuan, BRI Tegaskan Komitmen pada Kesetaraan Gender
- Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan, BRI Raih 3 Penghargaan di Infobank 2026
- Strategi Aman Hadapi Risiko Gagal Bayar Kredit
Wujud nyata program CSR, SPMT fokuskan implementasinya pada tiga bidang utama: pendidikan melalui program Pelindo Mengajar, lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah, serta pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pelaku usaha kecil. Ketiganya mencerminkan komitmen perusahaan bahwa CSR adalah strategi bisnis jangka panjang sekaligus investasi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Rumah Kelola Sampah (RKS), program unggulan yang mengintegrasikan tiga pihak secara setara: perusahaan, akademisi dan masyarakat. Melalui RKS, masyarakat diajak memahami pengelolaan sampah dari skala rumah tangga, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, pengembangan hidroponik, pemanfaatan panel surya supaya persoalan lingkungan sekaligus menjadi peluang kewirausahaan yang nyata.

"CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. RKS adalah bukti ketika perusahaan, akademisi, dan masyarakat bekerja bersama, perubahan nyata bisa terjadi," kata Finan Syaifullah di Auditorium Bung Karno, Universitas Satya Bhinneka, Selasa (21/4/2026).
RKS aktif mendorong keterlibatan mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan, mengembangkan inovasi berbasis lingkungan dan membangun komunitas yang berdampak. Program ini diharap menjadi solusi berkelanjutan untuk permasalahan sampah di Kota Medan sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu perkuliahan.
Kegiatan disambut positif Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Martin. Ia berharap kolaborasi terus berkembang, termasuk dalam mendukung Semarak Bazar Kreasi, program tahunan Prodi Kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa.
Bagi Pelindo Multi Terminal, kolaborasi dengan perguruan tinggi sejalan dengan keyakinan perusahaan bahwa generasi muda adalah penggerak utama transformasi menuju ekonomi yang berkelanjutan.
