Jenis-jenis Makanan yang Cocok Buat Persediaan Bencana dan Kondisi Darurat
Ekonomi & Pariwisata

Persediaan Saat Bencana, Ini Jenis Makanan yang Sebaiknya Disimpan

  • Jangan sembarangan pilih makanan, inilah beberapa jenis makanan yang bisa kamu siapkan untuk persediaan saat bencana alam atau kondisi darurat.
Ekonomi & Pariwisata
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA — Bencana alam memang tidak bisa diprediksi. Tidak mengherankan kalau saat terjadinya bencana, kita akan merasa panik dan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makanan pokok.

Selain itu, bencana juga bisa mengganggu pasokan makanan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan makanan setidaknya untuk 3 hari.

Namun perlu kamu ketahui bahwa tidak semua makanan cocok dijadikan stok darurat. Makanan yang kamu simpan sebaiknya juga memiliki masa simpan panjang, tidak membutuhkan kulkas, dan mudah untuk dikonsumsi atau hanya memerlukan sedikit proses pengolahan.

BACA JUGA: 4 Cara Mudah dan Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan, Jangan Asal!

Lalu, makanan apa saja yang cocok disimpan untuk menghadapi kondisi darurat? Berikut penjelasannya seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Jenis-jenis Makanan yang Bisa Kamu Simpan untuk Persediaan Darurat

Jenis-jenis Makanan yang Bisa Kamu Simpan untuk Persediaan Darurat

Berikut beberapa jenis makanan untuk persediaan darurat, seperti yang telah dirangkum dari Ready GOV, US Department of Homeland Security.

  1. Protein bar atau fruit bar.
  2. Sereal kering atau granola.
  3. Selai kacang.
  4. Buah kering.
  5. Jus dalam kemasan atau kaleng.
  6. Susu pasteurisasi yang tidak perlu disimpan di kulkas.
  7. Makanan berkalori dan berenergi tinggi.
  8. Makanan khusus untuk bayi.
  9. Makanan yang dapat memberikan rasa nyaman atau membantu mengurangi stres.

BACA JUGA: Jangan Panik! 7 Hal Ini Harus Kamu Lakukan Saat Gunung Meletus

Selain itu, pastikan kamu menyediakan daging, buah, dan sayuran kaleng yang siap dimakan, serta jangan lupa menyediakan pembuka kaleng.

Cara Aman Menyimpan Makanan untuk Bencana atau Kondisi Darurat

Cara Aman Menyimpan Makanan untuk Bencana atau Kondisi Darurat

Saat bencana alam atau kondisi darurat terjadi, biasanya listrik akan padam atau tidak ada sumber pendingin.

Oleh karena itu, makanan yang disimpan di dalam kulkas dan freezer dapat menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Bakteri pada makanan dapat berkembang dengan cepat pada suhu antara 4–60 derajat Celsius. Jika makanan yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dikonsumsi, kamu bisa mengalami keracunan atau sakit parah.

Makanan beku yang sudah mencair biasanya masih dapat dikonsumsi jika kondisinya tetap dingin seperti makanan yang disimpan di kulkas. Makanan tersebut juga masih dapat dibekukan kembali jika masih memiliki kristal es.

Oleh karena itu, pastikan kamu melakukan beberapa langkah aman menyimpan makanan untuk kondisi darurat sebagai berikut.

  1. Simpan makanan dalam wadah yang tertutup.
  2. Pastikan peralatan memasak dan makan tetap bersih.
  3. Buang makanan yang terkena air banjir yang sudah terkontaminasi.
  4. Buang makanan yang berada pada suhu ruang selama 2 jam atau lebih.
  5. Buang makanan yang memiliki bau, warna, atau tekstur yang tidak biasa.
  6. Untuk bayi, gunakan susu formula yang siap diberikan. Jika harus membuat susu formula sendiri, gunakan air kemasan atau, sebagai pilihan terakhir, air yang sudah direbus.
  7. Selain itu, kamu tidak boleh mengonsumsi makanan dari kaleng yang menggembung, penyok, atau berkarat, meskipun isi makanan terlihat masih aman.
  8. Hindari konsumsi makanan yang memiliki tampilan atau bau tidak normal, meskipun kondisi kalengnya terlihat baik.
  9. Jangan membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah karena dapat menimbulkan risiko kebakaran dan mengganggu kebersihan.

BACA JUGA: 7 Cara Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga dari Abu Vulkanik

Itu tadi beberapa makanan yang bisa kamu siapkan untuk persediaan saat bencana alam atau kondisi darurat.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 14 Sep 2026