
PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF
- "Upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatra Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point..."
Ekonomi & Pariwisata
sumatrakini.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku subholding gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energi nasional. PGN mencari sumber-sumber pasokan baru yang non-konvensional dengan melaksanakan beberapa program gasifikasi dari molekul-molekul gas dan juga sumber-sumber pasokan yang ada.
Salah satu inisiatif yang tengah dilakukan adalah pemanfaatan Coal Bed Methane (CBM) atau gas berbasis batubara yang dapat dijadikan gas methane dan menambah pasokan.
Bagi PGN, pengembangan CBM di Tanjung Enim berpotensi membuka ruang monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik yang selama ini belum optimal. Inisiatif ini juga menjadi salah satu opsi diversifikasi pasokan gas domestik untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangkit. Berdasarkan data Ditjen Migas KESDM, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai 9,7 TCF Original Gas in Place (OGIP) dengan estimasi nilai potensi sekitar US$15,4 miliar.
- Cegah Curanmor di PRSU 2026, Pengunjung Wajib Tunjukkan STNK
- PRSU 2026 Suguhkan Konser Artis Nasional, Ini Jadwalnya!
- Pengunjung PRSU Bisa Datang Sebelum Makan Siang
PGN menegaskan kesiapan teknis maupun komersial melalui penyusunan skema pemanfaatan yang ada, dengan target penyaluran yang diproyeksikan tumbuh bertahap mulai 1 MMSCFD sampai 25 MMSCFD.
Pada Jumat (3/7/2026), PGN menerima kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof Dudung Abdurachman beserta jajaran di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa. Kunjungan turut dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigadir Jenderal Iwan Ma’ruf Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Yulius, Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi serta jajaran pemangku kepentingan terkait.
Kantor Staf Presiden (KSP) hadir untuk memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama program yang berkaitan erat dengan ketahanan energi, peningkatan kapasitas produksi domestik, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.
Dudung menyampaikan, percepatan proyek pengembangan pemanfaatan CBM menjadi perhatian bersama karena memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional. Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah menyepakati pentingnya percepatan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. KSP mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim segera masuk tahap komersialisasi.

“Penyelesaian administrasi tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengapresiasi dukungan KSP terhadap upaya PGN dalam rangka penguatan gas bumi domestik dan mengurangi impor energi nasional. Terutama, memimpin solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.
Selain CBM, PGN juga mencoba meraih potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatra Selatan.
"Upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatra Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lain. Akan dikumpulkan, kemudian dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” kata Arief.
Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi ini. Dengan rekam jejak yang solid serta portofolio infrastruktur gas bumi yang luas sebagai subholding gas Pertamina. PGN siap menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas ke masyarakat dengan tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG.
PGN menggarisbawahi bahwa percepatan proyek strategis ini membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Dukungan KSP memegang peranan penting dalam menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan agar koordinasi dapat berjalan lebih taktis dan efektif, serta selaras dengan peran masing-masing pihak serta tindak lanjut yang jelas di setiap lini.
“Kami menegaskan komitmen jangka panjang untuk terus mengawal kebijakan pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” ujar Arief.
