
PGN Pangkas Emisi 29.574 Ton CO₂, Efisiensi Bisnis Meningkat
- “Dekarbonisasi merupakan bagian dari strategi menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat”
Ekonomi & Pariwisata
sumatrakini.com — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk memperkuat strategi dekarbonisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga daya saing bisnis secara berkelanjutan. Hingga Agustus 2026, subholding gas Pertamina ini berhasil menurunkan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq), atau 35,3 persen melampaui target pada periode tersebut.
Capaian ini menunjukkan perkembangan positif pelaksanaan program pengurangan emisi di lingkungan subholding gas group. Hasil tersebut sekaligus menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas inisiatif dekarbonisasi dalam periode 2027–2030.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra mengatakan dekarbonisasi kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Selain mendukung pengurangan emisi, langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, serta mengantisipasi risiko perubahan iklim dan perkembangan regulasi.
- Saham BYAN Diborong Low Tuck Kwong, Transaksi Senilai Rp5,6 Miliar
- IHSG Ditutup Menghijau 14 Oktober 2026, Intip Saham Penopang Indeks
- Dolar AS Menguat, Berapa Nilai Tukarnya terhadap Rupiah Hari Ini?
Menurut dia, upaya menekan emisi tidak lagi sekadar memenuhi komitmen lingkungan, tetapi juga menjadi strategi untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
“Pengurangan emisi harus berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Dengan demikian, program dekarbonisasi dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan,” ujar Mirza di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Secara akumulatif, sejak 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi subholding gas mencapai 68.500 tCO₂eq. Angka tersebut setara dengan sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Untuk mempertahankan tren tersebut, PGN menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain meningkatkan efisiensi energi pada fasilitas operasional, mengurangi kehilangan gas atau gas loss, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.
Langkah-langkah itu ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi. Pada saat yang sama, upaya tersebut mendukung komitmen pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Dari sisi ekonomi, program dekarbonisasi juga berpotensi menghasilkan penghematan biaya. Perhitungan perusahaan menunjukkan nilai Marginal Abatement Cost (MAC) sebesar minus 0,19 ribu dolar AS per ton CO₂ ekuivalen.
Nilai negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif pengurangan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.
Untuk memperkuat kesinambungan program, PGN menggelar Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan perwakilan PGN dan sejumlah entitas dalam subholding gas group guna menyusun rencana pengurangan emisi yang terintegrasi dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027–2030.
Entitas yang terlibat meliputi PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia.
Penyusunan program juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034 sebagai kerangka pelaksanaan agenda keberlanjutan perusahaan. Berbagai usulan inisiatif akan difinalisasi sebelum disampaikan kepada manajemen untuk memastikan implementasinya terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Mirza menegaskan, kolaborasi seluruh entitas menjadi faktor penting agar program dekarbonisasi dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
“Dekarbonisasi merupakan bagian dari strategi menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat,” katanya.
Melalui penguatan kolaborasi dan perencanaan jangka panjang, PGN menargetkan program dekarbonisasi tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi, tetapi juga mendukung efisiensi biaya dan memperkuat daya saing bisnis gas bumi di tengah tuntutan transisi energi.
