PGN terus memperkuat pengembangan bisnis dan operasional berbasis energi rendah karbon sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional
Ekonomi & Pariwisata

PGN Perkuat Bisnis Energi Rendah Karbon, Emisi Turun 29.574 Ton CO₂

  • "Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami akan terus memperkuat layanan gas bumi..."
Ekonomi & Pariwisata
Canyon Gabriel

Canyon Gabriel

Author

sumatrakini.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terus memperkuat pengembangan bisnis dan operasional berbasis energi rendah karbon sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. 

Hingga Agustus 2026, berhasil menurunkan emisi sebesar 29.574,87 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂eq), atau 35,3 persen di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Upaya ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi, perluasan layanan energi, peningkatan efisiensi operasional, serta berbagai inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan energi rendah karbon.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan gas bumi memiliki peran penting sebagai energi transisi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong peralihan menuju sistem energi yang lebih rendah karbon.

“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan kepada berbagai sektor. Di saat yang sama, kami juga mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan bisnis dan transisi energi nasional,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Dalam ekosistem layanan gas bumi, PGN mengelola infrastruktur terintegrasi yang mencakup jaringan pipa transmisi dan distribusi hingga pemanfaatan moda beyond pipeline, seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).

Infrastruktur tersebut menjadi fondasi dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan gas bumi sekaligus memperluas akses energi bagi sektor industri, komersial, rumah tangga, dan pembangkit listrik.

Sejalan dengan penguatan bisnis gas bumi, juga menjajaki sejumlah peluang pengembangan energi rendah karbon. Salah satunya melalui pengembangan biomethane yang bersumber dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Selain itu, juga menjajaki studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai salah satu opsi teknologi yang berpotensi mendukung pengembangan rantai pasok amonia rendah karbon.

Pengembangan berbagai inisiatif tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta kebutuhan dan karakteristik pasar energi.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan peluang bisnis baru sekaligus mempersiapkan infrastruktur yang dapat mendukung pemanfaatan energi rendah karbon pada masa mendatang.

Di sisi operasional, menjalankan berbagai program dekarbonisasi melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi penggunaan energi. Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menjadi salah satu landasan bagi perusahaan untuk melanjutkan penguatan inisiatif dekarbonisasi pada periode 2027–2030.

Atas berbagai upaya tersebut, PGN meraih penghargaan “Most Outstanding Natural Gas Transition & Carbon Emission Reduction Excellence” dalam ajang Industry Award 2026 yang diselenggarakan industry.co.id dan emiten.org.

Penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kinerja bisnis dan infrastruktur gas bumi, peran dalam pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi, inisiatif pengurangan emisi karbon, serta pengembangan inovasi dekarbonisasi.

Pengakuan ini menjadi apresiasi terhadap upaya mengembangkan bisnis gas bumi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan peluang pengurangan emisi.

Fajriyah menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap dan sesuai kebutuhan pasar. Kami berharap langkah ini dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, perusahaan, dan masyarakat, sekaligus mendukung arah transisi energi nasional,” katanya.

Sebagai subholding gas Pertamina, PGN bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi serta pengembangan infrastruktur dan layanan energi gas bumi terintegrasi di Indonesia. Perusahaan mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi hilir nasional dan menguasai lebih dari 90 persen pasar niaga gas bumi di Indonesia.