Fasilitas offtake station Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa mendatang
Ekonomi & Pariwisata

PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatra kepada Investor

  • "Kombinasi karakteristik pasar menjadi kekuatan PGN menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan...”
Ekonomi & Pariwisata
Mei Leandha

Mei Leandha

Author

sumatrakini.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku subholding gas Pertamina mengajak investor ritel terbesar Perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatra Utara. Upaya ini memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.

Kegiatan memberi gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, serta potensi pengembangan pasar gas bumi yang akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis, termasuk dukungan terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan Kementerian ESDM. Pengembangan jaringan tersebut diharap meningkatkan konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region 1 atau SOR 1, PGN menyalurkan gas bumi sebesar ± 147 BBTUD kepada 136.000 pelanggan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Heri Murahmanta menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi, yaitu pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) di Palembang dan Medan.

“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri, Senin (13/7/2026).

Dari sisi infrastruktur, operasi PGN di Sumatra Utara juga didukung jaringan yang dikelola anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu, yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk.

Menurut Heri, pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatra. Jaringan transmisi akan menghubungkan wilayah Sumatra bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh sampai Lampung.

“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” kata Heri.

Selain memperkuat konektivitas antardaerah, PGN saat ini mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang ±1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial dan industri di wilayah Sumatra bagian Utara. Keberadaan fasilitas offtake station seperti Pasar IX, meningkatkan fleksibilitas distribusi dan mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa mendatang.

Penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut didukung integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, termasuk CNG dan LNG, sehingga PGN mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam di berbagai wilayah.

“Sumatra dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” kata Heri.