
SMAN 1 Namorambe Berharap Perhatian Pemprov Sumut
- "Kami optimistis jika akses baik, kepercayaan masyarakat akan meningkat. Jalan yang layak bukan hanya memudahkan siswa datang ke sekolah, juga menunjang pemerataan kualitas pendidikan"
Medan Insight
MEDAN - Keterbatasan akses jalan dan minimnya fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan yang dihadapi SMA Negeri 1 Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara. Meski demikian, sekolah tetap mampu mencetak prestasi akademik dengan meloloskan belasan siswa ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Persoalan utama yang dihadapi sekolah berada pada akses menuju gerbang utama di Jalan Pendidikan, Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namo Rambe. Kondisi jalan yang selama ini kurang memadai bahkan sempat terkendala sengketa lahan dinilai berpengaruh terhadap minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Namorambe.
- DPRD Sumut Soroti Absennya Bobby Nasution di Pembukaan dan Penutupan PRSU
- Gurita Bisnis Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Pemilik BYAN yang Jarang Disorot
- Dampak El Nino Naikkan Harga Pangan
Kepala SMAN 1 Namorambe Jenni A.V. Limbeng mengatakan pembangunan jalan baru dan jembatan yang mulai dikerjakan Pemerintah Kabupaten Deliserdang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumut serta dukungan PT Nitra menjadi harapan baru bagi sekolah.
"Kami optimistis jika akses baik, kepercayaan masyarakat akan meningkat. Jalan yang layak bukan hanya memudahkan siswa datang ke sekolah, juga menunjang pemerataan kualitas pendidikan," katanya, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, lahan yang dihibahkan PT Nitra untuk akses masuk sekolah diharap segera diaspal sehingga para siswa tidak lagi harus melintasi jalur yang sebelumnya menjadi objek sengketa. Menurutnya, pembangunan akses yang representatif akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Selain persoalan infrastruktur, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan sarana belajar. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Solli Pangaribuan mengatakan sejumlah ruang belajar dan fasilitas penunjang sudah membutuhkan rehabilitasi serta pembaruan.

"Kami membutuhkan rehabilitasi beberapa gedung, pengadaan mebeler, komputer, dan laboratorium komputer. Fasilitas tersebut sangat penting agar siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan sekolah-sekolah lain," katanya.
Menurut Solli, usulan bantuan kepada Pemprov Sumut sudah beberapa kali disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi. Padahal, pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda, terutama untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis digital.
Di tengah keterbatasan tersebut, SMAN 1 Namorambe tetap menunjukkan capaian positif. Pada Tahun Ajaran 2026, sebanyak 11 dari 484 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Para siswa diterima di sejumlah kampus, di antaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, serta perguruan tinggi negeri di Aceh dan Jambi.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga ditopang oleh ketersediaan infrastruktur dan sarana pembelajaran yang memadai. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berdaya saing.
Solli menambahkan, sekolah menetapkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp70 ribu per bulan. Namun, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan keringanan hingga pembebasan biaya agar tidak ada peserta didik yang terhambat mengenyam pendidikan karena persoalan ekonomi.
Pihak sekolah berharap pembangunan akses jalan, rehabilitasi gedung, serta pengadaan fasilitas belajar dapat segera direalisasikan sehingga SMAN 1 Namorambe mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat di wilayah Deliserdang dan sekitarnya.
