
Songket Bintang Maratur Tarutung Diminati Pengunjung PRSU 2026
- "Satu songket siap kira-kira dua minggu. Harga jual bisa sampai Rp4 juta, paling murah sekitar Rp2 juta. Tapi tergantung pemesan dan jenis songket yang diminta"
Medan Insight
MEDAN - Paviliun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 memamerkan beberapa tenunan tradisional, selain ulos Batak. Misalnya Songket Bintang Maratur Tarutung.
Perajin Irvanna Hutabarat (23) warga Tarutung mengatakan, pengerjaan untuk satu lembar songket siap pakai memakan waktu dua minggu.
Martonun dikerjakannya di Sipoholon, Taput.
"Satu songket siap kira-kira dua minggu. Harga jual bisa sampai Rp4 juta, paling murah sekitar Rp2 juta. Tapi tergantung pemesan dan jenis songket yang diminta," katanya, Jumat (10/7/2026).
- Wilmar Group, Konglomerasi Sawit dengan Bisnis Pangan hingga Biodiesel
- 8 Potret Gotong Royong Warga Bangun Jalan hingga Fasilitas Umum di 2026
- Raksasa Bisnis Gula Indonesia yang Menguasai Pasar Nasional
Irvanna bilang, menenun songket sejak berumur 19 tahun. Awalnya melihat-lihat dulu, kemudian tertarik dan menekuninya. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Tumpal Hutabarat dan Rohani Simatupang ini, menjadi orang yang dibutuhkan Pemkab Taput setiap ada ajang pameran.
“Songket beda dengan ulos. Kalau Ulos Batak menggunakan benang putar, songket pakai benang seratus yang lebih halus. Songket Tarutung sudah dipasarkan secara nasional," katanya lagi.
