
Stasiun Rantauprapat, Simpul Perjalanan Masyarakat yang Tumbuh Bersama Daerah
- "Transportasi yang terhubung dengan baik membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi..."
Medan Insight
MEDAN - Stasiun Rantauprapat di Kelurahan Padangmatingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya sebagai simpul transportasi penting yang tumbuh dan berkembang bersama daerah.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional 1 Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan konektivitas kereta api di Rantauprapat menjadi salah satu pilar utama penggerak aktivitas dan perekonomian warga.
"Konektivitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk menjalankan berbagai keperluan secara lebih terencana," kata Anwar, Minggu (11/10/2026).
- Sutrisno Pangaribuan: Selamat Ulang Tahun ke-59 Pak Rapidin Simbolon...
- Banjir dan Longsor, Jalan Nasional Blangkejeren–Takengon Ditutup
- Sewa Harian dan Per Jam Menjamur, Pemilik Unit Podomoro City Deli Medan Resah
Ia mengungkapkan, sepanjang Januari-September 2026, stasiun melayani 389.881 pelanggan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 12 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 349.263 pelanggan.
Secara historis, Stasiun Rantauprapat mulai dioperasikan pada 1937 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api lintas Kisaran–Rantauprapat. Awalnya, stasiun berfungsi mendukung distribusi hasil perkebunan karet dan kelapa sawit yang marak di wilayah Labuhanbatu sejak awal abad 20 menuju Pelabuhan Belawan untuk kebutuhan ekspor.
Pascanasionalisasi perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) oleh Pemerintah Indonesia dan integrasinya ke dalam sistem perkeretaapian nasional, fungsi Stasiun Rantauprapat diperkuat, tidak hanya melayani distribusi komoditas, tetapi juga angkutan penumpang.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari rekor pelayanan. Pada 2025, rekor tertinggi tercatat pada April dengan total 48.252 pelanggan naik dan turun. Rekor tersebut kembali terpecahkan pada Maret 2026 yang bertepatan Idulfitri 1447 Hijriah, stasiun melayani 55.561 pelanggan naik dan turun.
"Transportasi yang terhubung dengan baik membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Semakin mudah akses dan mobilitas dari dan menuju suatu daerah, berdampak meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut," ujar Anwar.
Mengakomodasi kebutuhan perjalanan, setiap hari melayani enam perjalanan KA Sribilah Utama. Saat momen tertentu seperti libur panjang hari besar nasional maupun keagamaan, dioperasikan perjalanan tambahan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pergi-pulang (PP).
"Pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan. KAI Sumut berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional, didukung kesiapan sarana, prasarana dan petugas dalam menjalankan tugasnya," kata Anwar.
