
Terminal LNG Arun Kian Strategis, PAG Bidik Pusat GUCD Asia
- Kepercayaan dari pelaku industri LNG terus berkembang. Hingga 2026, PAG telah melayani lebih dari 38 kapal dari lebih 15 perusahaan global
Ekonomi & Pariwisata
sumatrakini.com — PT Perta Arun Gas (PAG) memperkuat posisi Terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh, sebagai salah satu pusat layanan energi terintegrasi di Asia. Anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di bawah subholding gas Pertamina itu mengembangkan bisnis Gassing Up and Cooling Down (GUCD) untuk kapal LNG domestik maupun internasional.
GUCD merupakan tahapan penting sebelum kapal melakukan pemuatan LNG. Proses tersebut bertujuan memastikan tangki kapal berada dalam kondisi ideal dan aman sebelum menerima muatan, sekaligus menjaga ketahanan struktur tangki terhadap perubahan suhu ekstrem dan mempertahankan kualitas LNG selama proses pengiriman.
- 30 Persen Saham BYAN di Tangan Haji Isam, Siapa Pengendali Perusahaan?
- YTI Racing Team Jaga Konsistensi Performa Positif di BIG Downhill 2026
- 7.825 Kopdes Belum Siap, Rp40 T Angsuran Koperasi Masih Tertahan
PAG mulai menggarap layanan ini pada 2023 dengan menerima pelanggan pertama dari BP Singapore. Saat itu, volume yang dilayani sekitar 4.900 meter kubik dengan aktual molekul mencapai 115.060 MMBTU.
Kepercayaan dari pelaku industri LNG terus berkembang. Hingga 2026, PAG telah melayani lebih dari 38 kapal dari lebih 15 perusahaan global. Khusus sepanjang 2026, sebanyak 18 kapal kargo telah menggunakan layanan tersebut dengan total volume LNG sekitar 70.000 meter kubik dan aktual molekul mencapai sekitar 1,6 juta MMBTU.

Memasuki September 2026, perusahaan terus memperluas kerja sama dengan sejumlah pelaku usaha LNG global. Pengembangan bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi PAG mengoptimalkan fasilitas Terminal Arun sekaligus memperluas portofolio layanan kepada mitra domestik dan internasional.
President Director PAG Yan Syukharial mengatakan, layanan GUCD menjadi salah satu bentuk pemanfaatan aset Terminal Arun yang sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan LNG terintegrasi.
“Layanan GUCD merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkualitas bagi pengguna jasa,” ujar Yan, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, peluang bisnis GUCD di kawasan Asia masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan kapal LNG terhadap layanan persiapan tangki sebelum proses pemuatan. PAG melihat perkembangan jumlah pelanggan dan volume layanan sebagai momentum untuk meningkatkan utilisasi aset, kompetensi sumber daya manusia, serta keandalan fasilitas.

Dengan dukungan terminal, fasilitas penyimpanan, jetty, dan infrastruktur LNG yang terintegrasi, PAG mengembangkan Terminal Arun sebagai bagian dari rantai pasok LNG kawasan. Layanan yang tersedia mencakup penerimaan, penyimpanan, regasifikasi, unloading dan reloading, hingga GUCD.
Pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran Arun dalam mendukung kebutuhan LNG nasional dan melayani pasar internasional. PAG menempatkan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE), keandalan fasilitas, operational excellence, serta kualitas pelayanan sebagai bagian penting dalam pengoperasian bisnis tersebut.
