Tripper yang diperkenalkan sebagai Batik   Entertaintment
Ekonomi & Pariwisata

Tripper, Fasilitas Hiburan Saat Terbang

  • Batik Air menegaskan, dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, mewajibkan setiap penumpang mematikan ponsel dan koneksi internet saat berada di dalam pesawat, lepas landas dan mendarat serta ketika pesawat dalam posisi di apron

Ekonomi & Pariwisata
Mei Leandha

Mei Leandha

Author

JAKARTA – Batik Air akan meluncurkan fasilitas terbaru berupa aplikasi hiburan yang dapat dinikmati sebelum – saat – sesudah penerbangan (inflight entertainment, pre – in – post journey). Tripper yang diperkenalkan sebagai Batik Entertaintment adalah inovasi yang didesain dalam tampilan (interface) sangat menarik dan gratis.

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya kepada HalloMedan.co mengatakan, layanan ini akan memberikan pengalaman baru melalui perangkat hiburan tergolong canggih dan informasi kepada setiap penumpang sebelum penerbangan (kapan saja dan di mana saja), saat di udara dan setelah tiba di tujuan.

"Caranya mudah, segera unduh aplikasi Tripper melalui playstore untuk pengguna android dan app store untuk pengguna apple," kata Danang, Kamis (11/2/2021).

Khusus pengoperasian ketika sedang terbang (onboard); aktifkan fitur airplane mode – sambungkan ke wifi Batik Entertainment – buka Tripper – registrasi – pilih Batik Air dan silahkan nikmati hiburan. Keunggulan aplikasi ini, diakses dengan gadget pribadi secara gratis. Untuk berselancar, Tripper menawarkan fitur terbaik meliputi: Movies, TV Shows, Kids, Vlogger, Lifestyle, Games, E-Magz, Feedback, About Airlines dan informasi-informasi terbaru dari Batik Air dan Lion Air Group yang akan muncul pada tampilan layar smarthphone.

Produk yang dinilai belum ada aplikasi sejenisnya ini adalah kolaborasi bisnis bersama PT Dua Surya Dinamika (AirFi Indonesia) selaku perusahaan penyedia W-IFE.

Terbang Aman dan Menyenangkan

Setiap tamu dapat mengisi penuh daya baterai pada ponsel sebelum keberangkatan agar bisa menikmati Batik Entertaintment. Hiburan dengan gawai dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Batik Air menegaskan, dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, mewajibkan setiap penumpang mematikan ponsel dan koneksi internet saat berada di dalam pesawat, lepas landas dan mendarat serta ketika pesawat dalam posisi di landas parkir (apron).

Dalam mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, melakukan langkah antisipasi penanganan setiap penumpang yang membawa produk MacBook Pro (Retina 15 inchi) produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage) dan kargo. Jika dibawa sebagai bagasi kabin, Lion Air Group mengharuskan penumpang untuk tetap mematikan selama penerbangan.

"Tidak dalam keadaan sleep mode dan tidak mengisi ulang baterai selama dalam penerbangan," kata Danang.

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA), Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15 inch), bahwa ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard) terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

Batik Air juga masih memberlakukan pelarangan membawa dan menggunakan perangkat portabel pengisi daya tambahan bateri (powerbank), dengan ketentuan: selama berada di dalam pesawat dilarang menggunakan powerbank. Sebelum keberangkatan, setiap penumpang wajib melapor ke petugas secara detail tentang kapasitas powerbank yang dibawa. Sesuai aturan, powerbank berkapasitas maksimum 100 Wh atau 20.000 mAh hanya boleh dibawa ke kabin dan dilarang
masuk dalam bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage).

"Powerbank berkapasitas 100-160 Wh atau 20.000-32.000 mAh harus ada persetujuan dari Lion Air Group. Lebih dari 160 Wh dilarang masuk ke dalam pesawat," ucapnya.

Dalam kondisi masa waspada pandemi Covid-19, Lion Air Group secara konsisten menjalankan semua perawatan pesawat sesuai dengan program perawatan (approved maintenance program) secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance). Hal ini merupakan kesungguhan dalam setiap pelaksanaan operasional penerbangan, memastikan bahwa pesawat kondisi aman dan laik terbang (airworthy for flight) serta sejalan untuk
merencanakan dengan tepat persiapan penerbangan (preparation ready for flight).