Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin
Medan Insight

Usai Pidato Presiden, IHSG Berbalik Arah Menguat 1,59 Persen

  • Penguatan IHSG terutama ditopang sejumlah saham unggulan. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu kontributor terbesar setelah sahamnya melonjak 20 persen atau 2.400 poin
Medan Insight
Mei-Mei

Mei-Mei

Author

MEDANIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan Jumat (14/8/2026), setelah sempat melemah pada awal sesi. Kemudian menguat hingga ditutup naik 1,59 persen ke level 6.401,88.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, perubahan arah IHSG terjadi menjelang penutupan sesi pertama dan berlanjut hingga akhir perdagangan. Momentum tersebut berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan MPR.

“Pasar merespons positif sejumlah sentimen yang berkembang pada perdagangan hari ini,” kata Gunawan.

Penguatan IHSG terutama ditopang oleh sejumlah saham unggulan. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu kontributor terbesar setelah sahamnya melonjak 20 persen atau 2.400 poin, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks.

Selain BYAN, sejumlah saham lainnya turut menopang penguatan IHSG, di antaranya BUMI, BBRI, TINS, ANTM hingga TLKM.

Di pasar valuta asing, Rupiah juga bergerak positif dan ditutup menguat di level Rp17.820 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, Rupiah mampu bertahan di zona hijau.

Menurut Gunawan, pergerakan dolar AS masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal. Kondisi geopolitik yang relatif tidak banyak berubah, data inflasi produsen Amerika Serikat yang terkendali, serta pelemahan indeks dolar AS atau DXY ke level 99,12 turut memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat.

“Rupiah masih mendapatkan dukungan dari pelemahan dolar AS di pasar global,” ujarnya.

Sementara itu, harga emas dunia bergerak menguat tipis ke level US$4.350 per troy ounce atau sekitar Rp2,5 juta per gram.

Gunawan menilai pemulihan harga emas masih mendapatkan dukungan dari data ekonomi Amerika Serikat yang dapat mengurangi spekulasi terhadap keberlanjutan kebijakan suku bunga tinggi oleh bank sentral AS atau The Fed.

Di tengah minimnya sentimen baru yang signifikan, pergerakan emas pada akhir pekan diperkirakan masih akan banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal.

“Untuk emas, pasar saat ini masih mencermati arah teknikal sambil menunggu katalis baru,” pungkas Gunawan.