3 Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan, Jangan Anggap Remeh!
Ekonomi & Pariwisata

Waspada Abu Vulkanik! Ini 3 Dampaknya bagi Pernapasan, Mata, dan Kulit

  • Jangan anggap enteng, inilah beberapa dampak negatif paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung untuk kesehatan. Hati-hati!
Ekonomi & Pariwisata
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Author

JAKARTA — Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami rangkaian erupsi pada Jumat, 4 September 2026. Bahkan, letusan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini menimbulkan muntahan abu vulkanik yang ikut tersebar bahkan sampai wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Maluku.

Seperti yang dilansir dari IVHHN, abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung yang sedang erupsi terdiri dari partikel-partikel kecil batuan vulkanik yang hancur dan ukurannya kurang dari 2 milimeter.

BACA JUGA: Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau! Ini Cara Melindungi Diri yang Tepat

Warna abu vulkanik antara abu-abu mudah hingga hitam, dan ukurannya bisa sebesar butiran pasir tapi ada juga yang sangat halus seperti bedak.

Abu vulkanik dapat beterbangan di udara bahkan bisa menghalangi sinar matahari. Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik bisa membuat suasana jadi gelap meski masih siang hari.

Abu vulkanik yang baru saja turun ini memiliki lapisan asam yang bisa berdampak negatif pada kesehatan manusia, seperti menimbulkan iritasi pada paru-paru dan mata. Selain itu, ada juga beberapa dampak abu vulkanik pada kesehatan seperti berikut ini yang tidak bisa diremehkan.

BACA JUGA: Kenapa Indonesia Rawan Gempa? Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya

Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Gangguan Pernapasan

Abu vulkanik bisa menimbulkan gangguan pernapasan seperti pilek, tenggorokan kering, dan batuk kering.

Paparan abu vulkanik yang masuk sampai ke paru-paru dalam jangka pendek bisa menimbulkan beberapa gejala seperti berikut.

  • Hidung mengalami iritasi dan mengeluarkan cairan atau menjadi pilek.
  • Tenggorokan mulai terasa perih dan terkadang disertai batuk kering.
  • Bagi seseorang yang sebelumnya memiliki masalah pernapasan dapat mengalami gejala bronkitis yang lebih berat, seperti batuk terus-menerus, mengeluarkan dahak, mengi, atau sesak napas.
  • Iritasi pada saluran pernapasan terutama pada penderita asma atau bronkitis. Gejala yang umum antara lain sesak napas, mengi, dan batuk.
  • Rasa tidak nyaman saat bernapas.

BACA JUGA: Menguak Deretan Penguasa Bisnis Industri Gula Indonesia

Iritasi Kulit

Abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi kulit karena abu vulkanik bersifat asam.

Meski tidak selalu terjadi, paparan abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi kulit karena abu vulkanik bersifat asam.

Gejala iritasi kulit bisa ditunjukkan lewat kulit yang menjadi kemerahan. Selanjutnya, infeksi sekunder bisa terjadi karena terlalu sering menggaruk kulit yang teriritasi.

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Film Horor di Bioskop Juni 2026, Bikin Merinding!

Iritasi Mata

Abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi mata yang disertai gejala seperti gatal-gatal, mata jadi memerah, mata berair, dan permukaan kornea mengalami goresan.

Iritasi mata akibat abu vulkanik bisa menimbulkan gejala seperti berikut.

  • Mata terasa seperti kemasukan benda asing.
  • Mata terasa sakit, gatal, atau memerah.
  • Mata berair atau mengeluarkan kotoran/lendir.
  • Permukaan kornea mengalami goresan.
  • Mengalami konjungtivitis akut, yaitu peradangan pada selaput yang melapisi bagian luar bola mata. Kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, terasa terbakar, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Itu tadi beberapa dampak negatif paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung untuk kesehatan. Hati-hati!

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 07 Sep 2026