Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi meninjau persiapan personel dan armada dukungan penanganan Karhutla Kalimantan Timur dari Pemerintah Australia di Bandara Halim Perdanakusuma
Nasional & Internasional

BNPB Kerahkan Pesawat Hercules Australia untuk Padamkan Karhutla di Kaltim

  • “Mari sama-sama kita lakukan supaya anak-anak bisa bersekolah dan laju perekonomian bisa terlaksana dengan baik, tidak terhalang api, asap dan tidak ada lagi saudara-saudara yang...”
Nasional & Internasional
Mei-mei

Mei-mei

Author

sumatrakini.com – Pemerintah Indonesia mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan. Selain mengandalkan pemadaman darat dan modifikasi cuaca, pemerintah memperkuat operasi udara dengan menerima bantuan dua pesawat pemadam kebakaran dari Australia yang akan beroperasi di Kalimantan Timur pada 6-12 November 2026.

Bantuan merupakan bagian dari kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi bencana karhutla. Operasi udara selama tujuh hari melibatkan armada dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Kristomei Sianturi mengatakan, dukungan Australia akan melengkapi operasi penanggulangan karhutla yang telah berjalan di sejumlah daerah.

“Di hadapan kita sudah ada dua pesawat dari New South Wales Rural Fire Service, satu pesawat C-130 dan pesawat Cessna Citation sebagai pemandunya,” kata Kristomei di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pesawat C-130 Hercules untuk melakukan pemboman air atau water bombing. Cessna Citation bertugas sebagai pesawat pemandu. Operasi juga didukung sejumlah personel, termasuk pilot, kru pesawat dan tenaga paramedis.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen teknis bersama yang dilakukan kedua negara untuk menangani karhutla.

Menurut dia, pesawat Large Air Tanker yang dikerahkan mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu kali penerbangan. Dengan kemampuan tersebut, pesawat diperkirakan dapat melakukan hingga enam kali penerbangan setiap hari.

Brazier menilai kerja sama penanggulangan bencana antara Indonesia dan Australia merupakan bagian dari hubungan persahabatan yang telah terjalin lama. Ia mencontohkan bantuan Indonesia ketika Australia menghadapi bencana Cyclone Tracy pada 1974. Saat itu, Indonesia mengirimkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu proses evakuasi warga di Darwin.

“Sejarah kita yang saling membantu telah berlangsung lama. Saat Cyclone Tracy pada 1974, Indonesia mengirimkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu evakuasi warga di Darwin,” ujar Brazier.

Kristomei mengapresiasi dukungan Australia yang dinilai mencerminkan solidaritas antarkedua negara dalam menghadapi bencana. Bantuan sejalan dengan prinsip diplomasi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran sahabat ketika suatu negara menghadapi kesulitan.

Di tengah penguatan operasi penanggulangan karhutla, BNPB turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat saat menjalankan tugas dalam operasi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu, 4 November 2026.

Kristomei mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan. Ia juga meminta masyarakat menghentikan seluruh aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memperluas kebakaran.

Menurut dia, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada operasi pemadaman, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dampak karhutla yang meluas mengganggu aktivitas pendidikan, memperlambat roda perekonomian, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Mari sama-sama kita lakukan supaya anak-anak bisa bersekolah dengan baik, laju perekonomian juga bisa terlaksana dengan baik, tidak terhalang oleh api, asap, dan tidak ada lagi saudara-saudara kita yang menderita karena ISPA,” kata Kristomei.